KAB. CIREBON, (FC).- Video ricuh diduga terjadi di area Pasar Jungjang, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon beredar luas di grup WhatsApp, Senin (6/12).

Di dalam video tersebut, tampak sekelompok warga yang diduga merupakan pedagang pasar setempat terlibat adu mulut dengan kelompok lainnya, yakni pihak yang diduga kuat akan mengeksekusi pembongkaran pasar menggunakan alat berat berupa eskavator (beko).

Dalam video tersebut, para pedagang berusaha menghadang dan menggagalkan eskavator melakukan pembongkaran. Informasi yang dihimpun FC, kondisi tersebut membuat suasana sempat memanas bahkan hingga terjadi adu fisik.

Sekretaris Umum (Sekum) Himpunan Pedangang Pasar (HIMPPAS) Aden Deni membenarkan kejadian tersebut. Menurut Aden, keributan tersebut bermula dari datangnya eskavator sekitar pukul 17.00 WIB yang akan melakukan pembongkaran Pasar Jungjang.

Menurut Deni, pihak yang akan mengeksekusi pembongkaran menggunakan alat berat tersebut bukanlah pihak pengembang pasar.

Melainkan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang mengaku sudah mendapat SPK pembongkaran Pasar Jungjang.

Hal tersebut, kata Deni, spontan membuat para pedagang mempertanyakan pengakuan dari pihak lain tersebut.

Karena itu, para pedagangpun berusaha sekuat tenaga mempertahankan kios dan los mereka. Dari adu mulut, suasana ricuh sempat memanas hingga adu fisik.

“Iya ricuh, ada tiga orang yang mengalami luka ringan,” kata Deni.

Beruntung, aksi tersebut tidak sampai berlanjut dan dapat direda pihak keamanan setempat. Kedua belah pihak kemudian melanjutkannya dengan berdialog di kantor desa setempat.

Hingga pukul 19.45 WIB, lanjut Deni, adu argumen antar kedua belah pihak masih berlangsung di kantor desa. Sementara sebagian pedagang lainnya masih menduduki lokasi yang akan diratakan dengan alat berat tersebut.

“Ini kan aneh, kok pihak lain yang akan melakukan pembongkaran. Para pedagang diperkirakan tetap berjaga malam ini, ya siaga,” paparnya.

Sementara itu, salah satu pedagang, mengaku kecewa dengan tindakan tersebut. Ia juga mengaku tidak habis pikir dengan adanya eksekusi pembongkaran yang melibatkan pihak lain alias bukan pengembang pasar.

“Coba pikir saja, ko bisa yang akan membongkar pasar pihak lain, ini kan aneh,” kata pedagang yang enggan disebutkan namanya. (Ghofar)