Pembangunan Tol Indrajati Bakal Picu Laju Pertumbuhan Ekonomi Indramayu
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
INDRAMAYU, (FC).- Sekda Indramayu, Aep Surahman menegaskan kesiapan Pemkab Indramayu dalam menangkap peluang dari rencana pengembangan Kawasan Rebana Metropolitan.
Salah satunya dengan menyiapkan perluasan lahan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) dengan melakukan revisi tata ruang (RTRW).
Selain itu, mendorong pembangunan jalan Tol Indramayu – Kertajati segera terlaksana guna menopang aksebilitas kawasan industri rebana.
Pembangunan jalan tol yang masuk dalam rencana induk pengembangan Kawasan Rebana Metropolitan itu bakal meningkatkan daya saing dan mengungkit laju perekonomian daerah.
“Tol ini tentunya juga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memudahkan pergerakan arus barang ke luar, memudahkan kunjungan ke Indramayu,” kata Sekda Aep saat kunjungan TPID Ciayumajakuning ke TPID Champion Nusa Tenggara Barat baru-baru ini.
Saat ini, kata Sekda, rencana pembangunan jalan tol Indramayu – Kertajati masih dalam tahap penyusunan dokumen Feasibility Study (FS).
“Tol Kertajati – Indramayu sudah masuk ke RPJMN melalui Kementerian PUPR. Sekarang lagi disusun Feasibility Study (FS). DED 2024, dan 2025 baru pelaksanaannya,” jelas Aep.
Pembangunan jalan tol ini bakal menggantikan jalur perekonomian Pantura Indramayu yang lumpuh akibat pergeseran arus transportasi ke Tol Cippali.
“Dengan dibangunnya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati Majalengka, kita juga memiliki embarkasi haji yang memiliki potensi meningkatkan roda ekonomi,” ungkap Sekda.
Sebagaimana pernah diberitakan FC sebelumnya, Staf Ahli Bupati Indramayu Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan, Suwenda mengatakan, pembangunan jalan Tol dengan nama Indrajati (Indramayu-Kertajati) tersebut merupakan amanat Perpres 87/2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana.
Jalan tol Indrajati akan dibangun sepanjang 46 kilometer. Hal tersebut diungkapkan Suwenda saat acara Sarasehan West Java Economic Society (WJES) di Kantor Perwakilan BI Cirebon pada 5 Juli 2023 lalu.
Selain pembangunan jalan tol Indrajati juga akan dibangun jalan tol yang menghubungkan Pelabuhan Patimban di dengan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Pembangunan jalan di wilayah utara kabupaten Indramayu ini dinilai membuka peluang bagi masyarakat maupun pemerintah kabupaten Indramayu.
“Ditambah llagi ada keuntungan jalan tol yang menghubungkan Patimban dengan Kertajjat itu juga di wilayah utara Indramayu, di Sukra. Sehingga ini juga akan memberi peluang kepada masyarakat Indramayu atau pemerintah kabupaten Indramayu untuk memasarkan produk-produk unggulan Indramayu seperti padinya, ikannya, serta sayur mayur dan sebagainya,” kata Suwenda.
Dalam menangkap peluang pembangunan Kawasan Industri Rebana ini, Pemkab Indramayu telah melakukan kebijakan penetapan 6 (Enam) Kawasan Peruntukan Industri (KPI).
“Jadi Indramayu untuk Rebana ini mengalokasikan tanah sekitar 20.000 hektar untuk kawasan peruntukan industri,” ungkapnya.
Enam KPI tersebut meliputi wilayah Patrol dan Sukra 1,3 hektar, dan 2,8 hektar. Kemudian KPI Losarang Kandanghaur 4,8 hektar dan 2 hektar.
Lalu KPI Balongan dan Juntinyuat 1,4 hektar dan 643 hektar, KPI Krangkeng 2,2 hektar, KPI Tukdana 664 hektar serta KPI Cipali yang mencakup Terisi, Gantar dan Kroya sekitar 4 hektar.
Seluruh pengembangan kawasan peruntukan industri tersebut akan dibangun berbasis eco industri yang berwawasan lingkungaan. (Andriyana)








Tinggalkan Balasan