KAB. CIREBON, (FC).- Desa Cibogo Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon menjadi salah satu desa yang mendapatkan program bantuan jaringan irigasi air tanah (JIAT) dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung.

Jaringan irigasi air tanah adalah usaha pengambilan air dari bawah permukaan tanah (mengangkat/memindahkan air dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi) dengan bantuan pompa air, sehingga dapat mendistribusikan air untuk keperluan irigasi.

Kuwu Cibogo Ahmad Hudori mengatakan, dengan program JIAT ini Pemerintah Desa Cibogo serta masyarakat sangat menyambut baik karena sudah lama menunggu program ini untuk bisa direalisasikan dengan kondisi Desa Cibogo yang tadah hujan, dimana ketika musim kemarau sangat sulit untuk mendapatkan air.

“Beberapa tahun yang lalu kami sudah mengajukan, alhamdulillah sekarang bisa dibangun dan tentunya kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah,” kata Ahmad Hudori kepada FC, Kamis (18/3).

Ditambahkannya, Pemdes Cibogo sebelumnya telah mengajukan pembangunan JIAT sebanyak 5 titik, untuk yang sekarang dibangun 1 titik merupakan bagian dari ajuan itu yang mana potensi airnya sangat bagus.

Baca Juga: Rusak, Warga Desa Cibogo Perbaiki TPT Saluran Irigasi

“Kalau titik 1 sampai 3, potensi kandungan airnya sangat bagus dbandingkan titik 4 dan 5 dan rencana untuk titik 1 untuk bisa mengairi sekitar 10 hektare lahan pesawahan,” ujarnya.

Dijelaskannya, pekerjaan pembangunan JIAT meliputi pengeboran sumur produksi air tanah, pembangunan rumah pompa dan jaringan irigasi perpipaannya serta pengadaan dan pemasangan mesin pompa submersible.

“Tujuannya untuk mendukung peningkatan produksi pangan menuju tercapainya ketahanan pangan di desa,” jelas Ahud.

JIAT memiliki sumur pompa dengan kedalaman sekitar 135 meter dilengkapi jaringan irigasi perpipaan yang siap mengalirkan air ke areal persawahan yang membutuhkan dan jaringan perpipaan tersebut keseluruhan ditanam dalam tanah.

“Dengan ketersediaan air irigasi yang memadai dari keberadaan sumur pompa ini, petani yang mendapat layanan irigasi dapat mengembangkan usaha tani dengan lebih baik, yang biasanya 1 kali panen dalam setahun diharapkan bisa lebih dari 1 kali panen,” imbuhnya.

Bahkan, imbuh dia, memungkinkan petani memilih dan menentukan komoditas pertanian yang paling menguntungkan, yaitu komoditas yang memberikan hasil dengan nilai ekonomi tinggi dengan biaya produksi yang paling rendah.

“Harapannya, petani bisa lebih sejahtera dengan dibangunnya JIAT ini dan memanfaatkannya sebaik mungkin” pungkasnya. (Harun)