Pelayanan Akta Lahir di Kab. Cirebon Lampaui Target
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cirebon khususnya bidang pelayanan pencatatan sipil memiliki target kinerja setiap tahunnya.
Salah satunya adalah untuk memudahkan masyarakatnya memiliki identitas diri seperti Akta Kelahiran.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cirebon, Ade Setiadi melalui Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil, Yendri Apriadi menjelaskan, untuk capaian target yang melebihi ketentuan.
Pihaknya berupaya ditempuh dengan berbagai macam program. Salah satunya adalah pelayanan online dan Babad Akta Kelahiran.
“Saat ini kita kan metodenya itu mendata mengambil dari kartu keluarga (KK). Database warga mana saja warga yang belum memiliki akta kelahiran. Nah disitu kita lihat dan kita datangi atau kita berikan surat, untuk segera membuat akta kelahiran,” kata Yendri kepada Fajar Cirebon, Senin (15/3).
Program mendata siapapun yang belum memiliki akta kelahiran atau program dengan istilah babad akta kelahiran itu program andalannya saat ini.
Tujuannya adalah menawarkan bagi warga Kabupaten Cirebon yang belum memiliki akta kelahiran, bisa langsung diproses.
“Ketika datang ke kantor langsung untuk perubahan data, ya langsung kita layani. Kemudian, bisa lewat desa. Desa yang tinggal mengirimkan data yang belum memiliki. Lalu kita segera proses,” jelasnya.
Pada tahun 2020 lalu, target progres data pelayanan akta kelahiran dari usia 0-18 tahun telah melebihi capaian yang telah ditargetkannya.
Bahkan di tingkat Jawa Barat, Kabupaten Cirebon berada di posisi peringkat pertama capaian kinerjanya.
“Dari target yang ditentukan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar 92 persen. Kabupaten Cirebon telah melebihinya, yaitu capaiannya 106,90 persen se-Jawa Barat. Tahun 2021 RPJMN sudah mentargetkan yakni 95 persen. Mudah-mudahan kita melebihi lagi,” katanya.
Lanjutnya, strategi berikutnya untuk mencapai target kembali pihaknya akan memasifkan dab menggencarkan sosialisasi, mobile atau jemput bola tentang pembuatan akte kelahiran.
“Diharapkan dengan babad akta kelahiran, kita akan babad semuanya yang belum memiliki akta,” tukasnya. (Ghofar).








Tinggalkan Balasan