Pelaporan Kekerasan Perempuan dan Anak, serta TPPO Masih Masing-masing ke Kementerian
KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) bersama dengan Polresta Cirebon, KPAID dan LSM berkomitmen untuk menurunkan angka kekerasan perempuan dan anak, anak berhadapan dengan hukum, TPPO kemudian kekerasan berbasis gender online.
Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni mengatakan, saat ini pelaporan kekerasan perempuan dan anak, TPPO serta anak yang berhadapan dengan hukum semua melaporkan langsung ke Kementerian, mulai dari dinas, unit PPA Polresta Cirebon, KPAID dan LSM. Pihaknya menginginkan satu sistem informasi pengaduan perlindungan perempuan dan anak.
“Sebetulnya laporan dari LSM Balqis, Polresta Cirebon, KPAID sudah menangani segitu banyak kasus kekerasan perempuan dan anak, TPPO atau anak yang berhadapan dengan hukum. Tapi, laporannya masing-masing. Kita inginkan satu sistem saja,” kata Eni, kemarin.
Jika penanganannya, baik pihaknya, Polresta Cirebon, KPAID dan LSM semuanya sudah bagus, hanya tinggal dalam sistem pelaporan saja yang masih masing-masing. “Sistem informasi unit PPA, saya yakin laporannya bukan 101 kasus atau 48 anak saja, Polresta Cirebon saja sudah menangani 65 kasus. Di kami sampai dengan bulan kemarin ada 55 kasus,” kata Eni.
“Kalau ada korban pasti dilayani dengan baik, kita saling koordinasi, untuk rujukan kesehatannya, psikolognya jadi semua sama-sama mengisi,” imbuhnya.
Saat ditanya antisipasi anak tawuran, Eni melanjutkan, di lini lapangan ada UPT P5A, di dalamnya ada Motekar, mereka bukan hanya menangani tetapi juga bagaimana memberikan penyuluhan preventif, promotifnya supaya anak-anaknya tidak gampang terprovokasi maupun gampang tergiur oleh ajakan teman-temannya.
“Namaya lingkungan, anak-anak ada yang mentalnya labil, di antaranya gampang terprovokasi. Ini berarti tugas kita,” kata Eni.
“Untuk sanksi, walau bagaimanapun anak punya hak pendidikan, tidak hanya dikeluarkan, tetapi untuk orang tua lebih diawasi dan dididik dengan baik,” pungkasnya. (Ghofar)








Tinggalkan Balasan