PDAM Akan Bangun Lagi Resevoar di Kepompongan
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KOTA CIREBON, (FC).- Setelah menyelesaikan pembangunan resevoar berkapasitas 9500 meter kubik di Plangon Kabupaten Cirebon, Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Giri Nata Kota Cirebon berencana membangun lagi satu resevoar berkapasitas 5000 meter kubik di daerah Kepompongan Kabupaten Cirebon.
Dirut PDAM Sofyan Satari mengatakan, antara resevoar yang di Plangon dan yang akan dibangun ini berbeda dalam sumber air bakunya. Resevoar Plangon berasal dari mata air, sedangkan di Kepompongan berasal dari Bendungan Jati Gede Kabupaten Sumedang.
“Sebenarnya di Kepompongan kita juga ada resevoar sebelumnya, jadi yang akan dibangun ini akan menampung air dari aliran Bendungan Jati Gede,” ujarnya kepada FC, Rabu (2/9).
Dijelaskannya, air dari Jati Gede ini sebelumnya telah diolah menjadi air baku yang layak diminum atau dikonsumsi. Karena disana diolah dulu oleh PDAM Tirta Jabar, maka pihaknya sebagai pembeli dari air baku tersebut. Yang kemudian kembali dialirkan ke pelanggan PDAM di Kota Cirebon.
Untuk pemasangan instalasi perpipaan, pembangunan resevoar dan lainnya, rencananya menggunakan dana dari PUPR pusat. Atau ada skema lainnya seperti pembiayaan dari pihak swasta. Dengan hal ini, pembiayaanya tidak akan membebankan pada anggaran APBD Kota Cirebon.
Diperkirakannya, bila pembangunan ini bisa terwujud, maka pihaknya bisa menambah jumlah pelanggan diangka 5000 pelanggan. Ini diprioritaskan untuk sebagian Kecamatan Harjamukti dan Kesambi. Pasalnya, di daerah tersebut masih banyak masyarakat yang belum terlayani air bersih dari PDAM.
“Belum bisa kami jelaskan berapa perkiraan anggaran, pengerjaannya kapan. Karena masih dibahas di Kementerian PUPR pusat,” jelas pria yang akrab disapa Opang ini.
Menanggapi hal ini, Walikota Cirebon Nashrudin Azis mendorong rencana PDAM agar secepatnya terealisasi. Skema pembiayaanya yang dinilai tidak membebani APBD sangat bagus. Demikian pula dengan ekstensifikasi sumber air baku yang tidak mengandalkan dari mata air saja.
“Tadi saya mendapat laporan dari Pak Opang dan Kementerian PUPR. Prinsipnya sangat setuju, karena akan lebih banyak masyarakat Kota Cirebon yang terlayani air dari PDAM,” pungkasnya. (Gus)








Tinggalkan Balasan