PBSI Gelar Kejurkab, Hilmi: Jaring Atlet Bulutangkis Berprestasi
KAB. CIREBON, (FC).- Ratusan atlet dari 17 klub Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) se-Kabupaten Cirebon mengikuti Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) tahun 2024 di Gor Plumbon, Kecamatan Plumbon, Kamis (25/7).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, H Hilmi Rivai mengapresiasi terhadap KONI dan PBSI atas bimbingan Dispora yang telah mengelar Kejurkab PBSI tahun 2024 ini. Menurutnya, Kejurkab PBSI ini wajib hukumnya. Karena karakter bangsa Indonesia adalah karakter juara di cabor bulutangkis.
“Jadi kalau setiap kabupaten tidak memiliki kontribusi kuat terhadap atlet bulutangkis sangat disayangkan sekali. Mudah-mudahan dengan Kejurkab PBSI ini bisa menghasilkan anak yang berprestasi di tingkat Jabar maupun nasional,” kataya.
Hilmi menginginkan di Kabupaten Cirebon memiliki diklat khusus atlet bulutangkis. Pasalnya ini untuk mempersiapkan atlet-atlet bulutangkis yang siap bertarung baik level Jawa Barat maupun nasional.
“Saya sudah perintahkan ke Kadispora dan KONI agar kedepan bukan hanya kejuaraan saja, tapi ada diklat khusus untuk atlet bulutangkis. Sehingga ketika ada kejuaraan di tingkat provinsi kita tidak susah mencari atlet, karena yang namanya mendadak pasti hasilnya tidak maksimal,” katanya.
Disinggung soal kurangnya atlet perempuan, Hilmi menjelaskan, setiap daerah sangat kesusahan untuk mendapatkan atlet perempuan. Bahkan sudah menjadi isu nasional bahwa atlet perempuan semakin berkurang.
“Ini diperlukan koordinasi dengan Disdik, tidak hanya tingkat SMA, SMP melainkan harus di tingkat SD juga direkrut. Kalau perlu kita undang atlet perempuan tingkat nasional terus kumpulkan altet perempuam untuk motivasinya,” katanya.
Di tempat yang sama, Ketua KONI Kabupaten Cirebon, Sutardi Raharja mengatakan, bahwa pada Kejurkab PBSI ini akan melahir atlet-atlet yang berbakat. Menurutnya, tidak semua cabang olahraga mengelar Kejurkab, karena banyak hal yang mendasari untuk tidak mengelar event tingkat Kabupaten Cirebon tersebut.
“Kami (Koni,-red) terus mendorong semua cabor agar melakukan pembinaan atau Kejurkab. Karena untuk jangka panjangnya atlet harus dibina hasil dari kegiatan. Kita sering mengawal kejuaraan, baik yang digelar oleh provinsi kita kawal, kita dukung,” ujarnya.
Ia pun mengapresiasi langka Sekda Kabupaten Cirebon yang akan membentuk pendidikan dan latihan untuk atlet bulutangkis.
“Apalagi kata Sekda bukan hanya kejurkab tapi diklat, saya sudah koordinasi bahwa diklat memang harus dibuat, karena hasil dari pembinaan ini tujuannya untuk jangka panjang diharapkan bisa jadi atlet nasional,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PBSI Kabupaten Cirebon, Hermawan mengatakan, setiap tahun cabor PBSI selalu mengelar kejurkab. Pasalnya ia ingin mencari bibit-bibit atlet muda yang nantinya disipkan di segala kejuaraan, baik tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun nasional.
“Rencananya setelah tersaring juara 1,2,3 di tiap kategori putra dan putri nanti dimasukkan ke diklat untuk pembinaan seterusnya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pihaknya mendapatkan angin segar ketika Sekda Kabupaten Cirebon akan membentuk diklat untuk atlet bulutangkis. “Dengan diklat ini, para atlet akan lebih fokus untuk berlatih, karena semua anggaran sudah disediakan oleh Pemda,” pungkasnya. (Ghofar)








Tinggalkan Balasan