KOTA CIREBON, (FC).- Guna mengurangi ketergantungan pasokan air baku dari mata air di Kuningan, Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon telah mendapatkan sumber air baku dari Waduk Jatigede Sumedang. Waduk ini merupakan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dikelola oleh Pemprov Jabar.

Dirut PDAM Kota Cirebon, Sofyan Satari mengatakan pihaknya akan membeli air baku dari Waduk Jatigede dengan harga Rp2.500 perkubik.

Pasokan dari sumber yang baru ini ditujukan untuk penambahan pelanggan di Kota Cirebon. Terutama daerah yang saat ini belum mendapatkan pelayanan air bersih.

“Air baku dari Waduk Jatigede ini, khusus untuk penambahan pelanggan baru. Distribusi air baku dari Waduk Jatigede ini bisa menambah pelanggan sekitar 40 ribu sambungan” ungkapnya kepada FC, Selasa (15/12).

Terkait sarana dan prasarana penyaluran air dari waduk hingga ke resevoir atau langsung ke pelanggan, infrastrukturnya telah dibangun oleh PUPR pusat dan Pemprov Jabar, melalui Dinas Sumber Daya Air Jabar. Pihaknya hanya sebagai penerima manfaat saja.

Penambahan 40 ribu pelanggan ini, lanjutnya, untuk wilayah Kecamatan Kesambi dan Harjamukti. Ini akan mampu dipenuhi distribusi air dari Waduk Jatigede dengan kapasitas 1.500 kubik perdetik.

Kabar terakhir berdasarkan tinjauan langsung, distribusi air ini tinggal menunggu instruksi dari Pemprov Jabar saja.

“Infrastruktur sudah siap, artinya realitas di lapangan semua sudah mendukung. Tinggal menunggu realisasinya saja,” imbuhnya.

Dimintai tanggapannya terkait hal ini, Anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon Agung Supirno meminta PDAM untuk segera merealisasikan rencana ini. Karena masyarakat Kota Cirebon berhak mendapatkan layanan air bersih secara adil dan merata.

Namun pihaknya mewanti-wanti, kesiapan jaringan pipa perkotaan harus tetap diperhatikan. Tekanan air dari resevoir baru yang berkapasitas besar dan suplai air dari Waduk Jatigede, apakah masih mampu diatasi oleh jaringan pipa itu. Karena jaringan pipa yang ada rata-rata sudah berumur.

“Kami juga meminta jangan kejar kuantitas jumlah pelanggan, bila nantinya kualitas pelayanan menjadi kurang maksimal. Seperti keluhan pelanggan yang airnya tidak ngocor pada jam-jam tertentu,” tegasnya. (gus)