KAB. CIREBON, (FC).- Covid-19 tidak hanya menjadi sebuah persoalan kesehatan semata. Tanpa kita sadari, dampak dari Covid-19 ini banyak melakukan perubahan pada berbagai aspek.

Mulai dari aspek ekonomi, kehidupan masyarakat serta sosial bahkan termasuk dalam hal cara pandang antar sesama manusia, diantaranya adalah stigma negatif terhadap seseorang atau sekelompok orang yang mengalami gejala atau menyandang penyakit tertentu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni berharap perlakuan yang tidak mengenakkan atau pemberian stigma negatif terhadap pasien maupun keluarganya yang terpapar Covid-19 jangan sampai terjadi di Kabupaten Cirebon.

Hal tersebut dikarenakan suatu orang atau pasien yang terpapar mendapatkan penyakit tersebut tidaklah sangat dikehendakinya.

“Harusnya tetangga dekat itu bukan menjauhi akan tetapi memberikan support dan dukungan agar pasien atau keluarga yang terpapar itu tetap tegar dan termotivasi. Covid ini bukan aib,” kata Enny Suhaeni kepada FC, Selasa (4/8).

Selain memberikan support, seharusnya sebagai insan manusia yang saling membutuhkan adalah memberikan bantuan selama menjalani isolasi mandiri sebanyak 14 hari.

“Kemudian kalau sudah diketahui negatif hasilnya, tidak masalah untuk kembali bergaul dengan keluarganya. Jadi sekali lagi jangan dikucilkan,” paparnya.

Ditambahkannya lagi, memberikan support kepada keluarga maupun pasien yang terpapar Covid-19 itu sangat dianjurkan, supaya, kata dia, daya imunitas yang terpapar itu akan cepat naik.

“Dan itu sangat bagus untuk kesembuhan yang cepat bagi pasien yang terpapar. Sebaliknya jika dikucilkan maka terjadi banyak fikiran dan yang ada akan lama mengalami kesembuhan nya. Penyakit Covid-19 ini penyakit yang bisa disembuhkan,” jelasnya.

“Kita melintas didepan rumahnya pun tidak jadi masalah. Dan tidak akan menularkan. Jadi jangan takut. Toh pasien yang terpapar di rawat di rumah sakit. Keluarga nya tidak ada yang positif lagi. Jadi sangat aman,” tambahnya.

Di akhir Enny menjelaskan, alangkah baiknya untuk pelacakan pertama pada saat telah diketahui lebih dini penyakit ini tidak akan menyebar kemana-mana, akan tetapi kalau misalnya keluarganya yang tidak mau dilakukan swab justru itu yang berbahaya.

“Yang pertama berarti dia tidak menyayangi dirinya sendiri, kemudian tidak menyayangi keluarganya, dan tidak menyayangi masyarakat sekitarnya,” tukasnya. (Ghofar)