Pasca Ditinjau Bupati Imron, Hari Ini Pasar Pasalaran Diperbaiki
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Bupati Cirebon, H Imron bersama Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon, Dadang Raiman dan Pimpinan Bank bjb Sumber melakukan peninjauan ke Pasar Pasalaran, Kecamatan Weru, Jumat (17/2).
Peninjauan Pasar Pasalaran tersebut, dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan-keluhan para pedagang, seperti sering terjadinya banjir dan kebocoran.
“Banyak keluhan dari para pedagang, seperti banjir dan lain-lain. Maka, kami datang ke sini untuk mengecek, ternyata ada penyumbatan,” ujar Imron saat diwawancarai awak media.
Dirinya juga menjelaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Cirebon berkerja sama dengan Bank bjb Sumber sekaligus melakukan serah terima CSR untuk perbaikan Pasar Pasalaran ini.
“Oleh karena itu, kami berkerja sama dengan Bank bjb Sumber yang akan membiayai perbaikan Pasar Pasalaran ini dengan CSR sebesar Rp150 juta,” lanjutnya.
Imron berharap para pedagang bisa menjaga dan memelihara fasilitas, baik yang ada maupun yang sudah diperbaiki pemerintah.
“Kami berharap para pedagang di pasar bisa menjaga fasilitas, agar pasar ini tetap baik. Jadi, dari pemerintah kita perbaiki, dan pedagang juga harus bisa mempelihara,” pungkasnya.
Pengawas Pedagangan Ahli Muda pada Disperdagin, Ardiles Alfa Jatiwantoro mengungkapkan, pengerjaan perbaikan akan dimulai pada hari Senin (20/2) hari ini. Teknisnya ia sesuaikan dengan arahan dari bjb.
“Insya Allah untuk pengerjaan kita mulai hari Senin (hari ini,-red). Karena tiap hari hujan, jadi mau tidak mau suka tidak suka Senin harus sudah mulai kerja. Pakai swakelola. Karena salurannya sudah mulai bocor terus. Diperkirakan maksimal tiga minggu selesai,” ujar Ardiles.
Menuerutnya, bocor dan banjir ini telah lama dikeluhkan pedagang, namun baru diketahui dan ditindaklanjuti sekarang. Karena, pembangunan pasar ini dilakukan sejak tahun 2018, atau tiga tahap.
“Dari tahap pertama ke tahap kedua ada jeda sampai dua tahunan, jadi bangunan lama tidak terurus. Bocor dan banjir diduga karena itu. Jadi saya harap kalau misalkan nanti ada pembangunan pasar lagi ya langsung sekali jadi. Jangan nyicil,” pungkasnya. (Ghofar)








Tinggalkan Balasan