Pasar Pabuaran Akan Ditutup Sementara
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Paska dilakulan tes swab di Pasar Pabuaran Kidul Kecamatan Pabuaran Kabupaten Cirebon beberapa hari lalu, salah satu pedagang pasar terpapar positif covid-19.
Pemdes setempat pun segera melakukan langkah dengan melakukan sosialisasi rencana penutupan sementara pasar.
Kuwu Desa Pabuaran Kidul, Nuryadi kepada FC Minggu (31/5) mengungkapkan, menyusul adanya informasi hasil tes swab yang dilakukan kepada para pedagang pasar Desa Pabuaran Kidul pada Kamis (28/5) dan hasil lab sudah keluar diketahui salah satu pedagang terkonfirmasi positif covid-19.
Pihaknya langsung melakukan musyawarah dan berkordinasi dengan pengurus pasar terkait rencana upaya memutus mata rantai penularan covid-19 agar tidak meluas.
“Kalau yang terkonfirmasi sudah diisolasi ke RSUD Waled, kita disini bagaimana membahas soal rencana pasar kedepan paska adanya salah seorang pedagang yang terpapar positif covid-19,” ungkapnya.
Menurutnya, kalau sesuai aturan maka pasar untuk sementara waktu ditutup. Akan tetapi pihaknya juga merasa dilema karena kawatir mendapat protes para pedagang.
Pihaknya butuh waktu untuk sosialisasi kepada para pedagang. Namun beberapa langkah dari hasil musyawarah sudah dipersiapkan, yakni pada hari Rabu (3/6) pasar akan dititup dan akan dilakukan penyemprotan disinfektan.
Kemudian juga pengelola pasar akan mempersiapkan protokol kesehatan di pasar dengan memasang tempat cuci tangan dan memasang blower penyemprot desinfektan di pintu masuk pasar.
“Tergantung nanti apakah setelah kita persiapkan protokol kesehatan apa bisa dibuka kembali atau nunggu beberapa waktu, kami usahakan hanya sehari penutupan,” harapnya.
Sementara terkait salah seorang pedagang, yang diketahui menjual buah dan sayur dengan identitas perempuan berusia 53 tahun merupakan warga tetangga desa.
Dari keterangan Kuwu Desa Pabuaran Wetan, Abdullah Machsus memaparkan bahwa pedagang yang dimaksud diketahui hanya beraktifitas dari rumah ke pasar setiap harinya.
Hanya diakui memang memiliki riwayat penyakit asam lambung. Ada kemungkinan besar terpapar ketika beraktifitas di pasar Pabuaran Kidul, mengingat pasar tersebut terbilang sangat padat dan jam pasar hampir 24 jam setiap harinya.
“Kalau riwayat pernah ke daerah episentrum maupun bersentuhan dengan keluarga yang berasal dari daerah episentrum tidak ada. Setiap hari aktifitasnya hanya dari rumah ke pasar dan pulang lagi ke rumah, begitu setia harinya,” ungkapnya. (Nawawi)








Tinggalkan Balasan