PADes dan Gotong Royong Pacu Pembangunan Desa Bobos
KAB. CIREBON, (FC).- Keterbatasan anggaran Dana Desa tak menjadi penghalang bagi Pemerintah Desa Bobos, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, untuk terus menggenjot pembangunan.
Mengandalkan Pendapatan Asli Desa (PADes), hasil usaha desa wisata, serta kekuatan gotong royong warga, sejumlah proyek infrastruktur tetap berjalan.
Kuwu Desa Bobos, Maman Kardiman, mengatakan pembangunan infrastruktur yang saat ini dikerjakan di antaranya peningkatan jalan lingkungan melalui rabat beton serta pembangunan jogging track di Lapangan Sepak Bola Desa Bobos.
“Meski Dana Desa tahun 2026 baru terealisasi sekitar 30 persen, pembangunan tetap kami jalankan dengan memanfaatkan sumber pendapatan lain dan dukungan masyarakat,” ujar Maman, Rabu (29/7).
Ia menjelaskan, pembangunan dua ruas jalan lingkungan telah direalisasikan dengan panjang masing-masing 80 meter dan 79 meter, dengan lebar 1,2 meter.
Selain itu, pembangunan jogging track di lapangan desa saat ini telah mencapai progres sekitar 50 persen.
Menurut Maman, keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran.
Melalui sistem gotong royong, warga berperan dalam pengerjaan fisik, sementara pemerintah desa menyediakan kebutuhan material seperti semen dan pasir.
“Yang penting masyarakat siap mengerjakan, kami dari pemerintah desa mendukung kebutuhan material. Dengan cara ini budaya gotong royong kembali tumbuh dan pembangunan tetap berjalan,” katanya.
Sejak Januari hingga Juli 2026, Pemdes Bobos mencatat sedikitnya lima titik pembangunan telah berhasil direalisasikan.
Setelah pembangunan jogging track rampung, pemerintah desa berencana melanjutkan pembangunan saluran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk rumah-rumah warga dengan menggunakan sumber pembiayaan lainnya.
Selain PADes dan pengembangan desa wisata, Pemdes Bobos juga mengoptimalkan potensi usaha melalui Koperasi Desa Merah Putih, termasuk pendapatan dari kegiatan cut and fill galian.
Sebagian keuntungan usaha tersebut dialokasikan kembali untuk mendukung pembangunan desa.
“Kami berupaya agar seluruh potensi yang ada bisa kembali dirasakan masyarakat. Hasil usaha desa maupun Kopdes Merah Putih kami arahkan untuk pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi warga,” ungkapnya.
Meski sejumlah pembangunan terus berjalan, masih terdapat dua titik jalan lingkungan yang mengalami kerusakan cukup berat.
Rencana perbaikan menggunakan Dana Desa tahun ini harus ditunda akibat keterbatasan anggaran dan akan diprioritaskan pada tahun mendatang.
Maman berharap semangat gotong royong yang mulai kembali menguat di tengah masyarakat dapat terus dipertahankan.
Menurutnya, kebersamaan warga menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan Desa Bobos meski menghadapi berbagai keterbatasan. (Johan)








Tinggalkan Balasan