Pabuaran Kreatif Expo 2027 Digagas, Jagung hingga UMKM Dibidik Jadi Ikon Potensi Lokal
KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon, mulai mempersiapkan gelaran Pabuaran Kreatif Expo 2027 yang akan mengangkat potensi unggulan daerah, mulai dari sektor pertanian, UMKM, seni budaya hingga ekonomi kreatif.
Persiapan konsep kegiatan tersebut dibahas Camat Pabuaran Eka Yunilistianingsih bersama para kuwu se-Kecamatan Pabuaran dalam rapat koordinasi, Senin (10/8).
Mengusung tagline “Jagung Berkarya, Budaya Berjaya, UMKM Mendunia”, kegiatan tersebut mengambil tema “Pabuaran Kreatif, Berbudaya, Berdaya Saing Menuju Kabupaten Cirebon Maju 2027.”
Camat Pabuaran Eka Yunilistianingsih mengatakan, Pabuaran Kreatif Expo 2027 dirancang bukan hanya sebagai kegiatan hiburan, tetapi juga menjadi ruang promosi dan pengembangan berbagai potensi masyarakat.
“Kami ingin potensi Pabuaran dikemas menjadi kegiatan kreatif yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Eka.
Menurutnya, salah satu potensi yang akan menjadi perhatian utama adalah komoditas jagung yang selama ini menjadi salah satu produk unggulan masyarakat Pabuaran.
Melalui kegiatan Jagung Food Festival, masyarakat akan diajak mengembangkan berbagai olahan berbahan dasar jagung sehingga memiliki nilai tambah ekonomi.
“Jagung bukan hanya hasil pertanian, tetapi juga bisa menjadi bagian dari kreativitas dan penggerak ekonomi,” katanya.
Selain mengangkat sektor pertanian, Pabuaran Kreatif Expo 2027 juga akan memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produk unggulan.
Dalam Expo UMKM, berbagai produk akan ditampilkan, mulai dari kuliner khas Cirebon, produk pertanian, fashion, batik, kerajinan tangan hingga berbagai produk ekonomi kreatif lainnya.
Untuk memperkuat unsur budaya, rangkaian kegiatan akan dikemas melalui berbagai agenda seni seperti Grand Carnival Pabuaran, Parade Seni Budaya, Creative Culture Stage hingga berbagai perlombaan kreatif.
Kegiatan tersebut nantinya melibatkan sanggar seni, sekolah, karang taruna serta komunitas masyarakat.
Sejumlah perlombaan yang dirancang di antaranya festival tari, musik tradisional, lomba mewarnai, fotografi, konten kreatif hingga cosplay tokoh Nusantara.
Selain hiburan, panitia juga menyiapkan Pojok Edukasi yang menghadirkan berbagai kegiatan, seperti workshop UMKM, pelatihan pemasaran digital, seminar kewirausahaan, edukasi pertanian modern serta pemanfaatan teknologi di sektor pertanian.
Pada malam hari, kegiatan akan dilengkapi panggung hiburan yang menampilkan artis daerah, kolaborasi seni budaya dan pertunjukan penutup.
Konsep kawasan festival nantinya akan dibagi dalam sejumlah zona, mulai dari Zona UMKM, Zona Jagung Food Festival, Zona Seni Budaya, Panggung Utama, Area Parade, Area Swafoto, Area VIP hingga Area Parkir Terpadu.
Adapun target partisipasi dalam kegiatan tersebut mencakup sekitar 20 UMKM, lima komunitas seni, tiga sekolah, sembilan desa, sanggar budaya, pelaku ekonomi kreatif hingga wisatawan dari dalam dan luar daerah.
Keterlibatan sembilan desa diharapkan mampu memperluas partisipasi masyarakat sekaligus menghadirkan beragam potensi lokal dalam satu kawasan festival.
“Harapannya, Pabuaran Kreatif Expo menjadi ikon tahunan yang membawa manfaat bagi masyarakat dan memperkuat potensi lokal,” ungkap Eka.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu menjadikan Pabuaran sebagai salah satu kawasan kreatif di Kabupaten Cirebon, sekaligus membuka peluang peningkatan kunjungan wisata dan memperluas pasar produk UMKM.
Dengan semangat “Jagung Berkarya, Budaya Berjaya, UMKM Mendunia”, Pabuaran Kreatif Expo 2027 diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pemerintah desa, pelaku usaha, komunitas, seniman, generasi muda dan masyarakat.
“Kegiatan Pabuaran Kreatif Expo 2027 diharapkan mampu mendorong Pabuaran menjadi kawasan yang kreatif, berbudaya, berdaya saing sekaligus memiliki kekuatan ekonomi berbasis potensi lokal,” pungkas Eka. (Nawawi)








Tinggalkan Balasan