P3AI Dorong Terapis Akupresur Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme
INDRAMAYU, (FC).- Perkembangan Pelayanan Kesehatan Tradisional (Yankestrad) menuntut para terapis untuk terus meningkatkan kompetensi, keterampilan, serta memahami regulasi yang berlaku.
Hal tersebut menjadi perhatian Persaudaraan Pelaku dan Pemerhati Akupresur Indonesia (P3AI) Kabupaten Indramayu melalui kegiatan Pelatihan Akupresur.
Kegiatan yang digelar di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kaina Indonesia tersebut menjadi wadah bagi para terapis untuk memperkuat kemampuan sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, dr. Titin Ning Prihatini, mengatakan perkembangan layanan kesehatan tradisional harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia para pelakunya.
“Pelayanan kesehatan tradisional terus berkembang. Karena itu, peningkatan kompetensi dan pemahaman terhadap ketentuan yang berlaku menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Titin dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/8).
Menurutnya, keberadaan P3AI dapat menjadi ruang pembelajaran bagi para terapis untuk memperdalam pengetahuan, keterampilan, etika pelayanan, serta membangun sikap profesional.
Selain itu, kegiatan tersebut juga memberikan pemahaman kepada peserta terkait proses rekomendasi Surat Terdaftar Penyehat Tradisional (STPT) melalui kemitraan P3AI dengan Kementerian Kesehatan.
Sementara itu, Ketua DPC P3AI Kabupaten Indramayu, Iyon Pramulo, menegaskan bahwa seorang terapis tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman, tetapi harus terus mengembangkan kemampuan agar pelayanan yang diberikan semakin berkualitas.
“Jangan merasa cukup hanya karena sudah memiliki pengalaman. Terapis profesional harus terus belajar, meningkatkan kompetensi, memahami etika, serta memberikan pelayanan yang aman dan bertanggung jawab,” katanya.
Iyon menjelaskan, pelatihan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi terapis akupresur, tetapi juga terbuka bagi terapis lain yang ingin memperluas wawasan serta memperoleh informasi terkait proses rekomendasi STPT.
Ia berharap para terapis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan sehingga semakin dipercaya oleh masyarakat.
“Mari menjadi terapis yang kompeten, profesional, dan semakin dipercaya masyarakat,” ajaknya.
Pemateri pelatihan, Ratna Andayanti, menambahkan bahwa pembelajaran berkelanjutan menjadi hal penting dalam meningkatkan kapasitas seorang terapis.
Menurutnya, pelatihan tidak hanya bertujuan menambah keterampilan teknis, tetapi juga membangun wawasan dan karakter profesional dalam menjalankan praktik pelayanan kesehatan tradisional.
“Pelatihan bukan hanya tentang menambah keterampilan, melainkan juga membuka wawasan dan membangun sikap profesional seorang terapis,” ungkapnya.
Dengan adanya kegiatan tersebut, P3AI berharap para terapis memiliki bekal yang lebih baik dalam menjalankan pelayanan kesehatan tradisional yang aman, berkualitas, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Agus Sugianto)








Tinggalkan Balasan