OTK Rusak Tiga Kaca Ruang Kelas SMP PGRI Sindang dengan Batu
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
INDRAMAYU, (FC).- Jendela Sekolah Menengah Pertama (SMP) PGRI Sindang Indramayu dilempari batu oleh orang tidak kenal (OTK).
Peristiwa perusakan tersebut terjadi selama dua hari, akibat kejadian tersebut 3 ruangan sekolah mengalami kerusakan.
Kepala SMP PGRI Sindang Yuhaeriyah mengatakan, pihaknya tidak mengetahui pasti siapa pelaku pelemparan batu tersebut dikarenakan peristiwa itu dilakukan pada saat kondisi sekolah sedang keadaan sepi dan tidak ada aktivitas.
“Ada 6 buah batu sebesar bola tenis yang ditemukan pasca insiden tersebut,” ungkapnya, Kamis (14/10).
Yuhaeriyah menceritakan, kejadian awal bermula saat pada Sabtu pagi (9/10), pihak sekolah dikejutkan dengan pecahnya kaca di ruang guru.
“Pelemparan batu ini diduga dilakukan pada malam hari,” ungkapnya
Tidak hanya itu, kata Yuhaeriyah, perusakan juga dilakukan besok harinya yaknk hari Senin (11/10), kali ini yang dirusak adalah 2 ruangan sekaligus yakni kaca ruang kelas 7 dan kelas 9.
“Jujur teror pelemparan batu ini sangat meresahkan kami sebagai pihak sekolah,” ujarnya
Menurut Yuhaeriyah, pihak sekolah awalnya mencurigai adanya pencurian, mengingat ruangan pertama yang menjadi sasaran adalah ruang guru, terlebih kasus pencurian sebelumnya juga pernah terjadi di sekolah setempat.
Hanya saja, setelah dilakukan pengecekan, tidak ada satu pun barang yang hilang, hanya ada pecahan kaca bekas dilempar batu.
“Yang membuat pihak sekolah heran, 2 ruang kelas siswa diketahui juga ikut menjadi sasaran, yakni kelas 7 dan kelas 9,” ujarnya
Para guru merasa khawatir, bila tiba-tiba kejadian tersebut terjadi saat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa tengah berlangsung karena akan membahayakan keselamatan.
Dalam hal ini, pihak sekolah akan mencoba konsultasi lebih dahulu dengan pihak yayasan untuk kemudian ditindaklanjuti dengan laporan ke Dinas Pendidikan (Disdik) dan kepolisian.
“Karena ini demi keselamatan siswa juga jangan sampai terjadi saat ketika sedang berlangsung KBM,” ujarnya
Pihak sekolah berharap, adanya upaya dari pemerintah maupun kepolisian untuk melakukan langkah antisipasi agar kejadian tersebut tidak terulang kembali, demi kenyamanan dan keamanan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Tapi kami juga menaruh curiga apakah ini akibat ulah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), kami belum tahu motif dan pelakunya siapa,” pungkasnya. (Agus)








Tinggalkan Balasan