INDRAMAYU, (FC).- Rumah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu digerebek anggota Polri dari Mabes Polri, Selasa (15/6). Rumah yang diketahui milik IB tersebut oleh petugas dipasang garis polisi.

Keterangan yang diperoleh FC di lokasi  menyebutkan, penggerebekan tersebut merupakan pengembangan dari upaya pengungkapan sindikat pemalsu oli dan BBM ilegal di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Di rumah tersebut, terlihat garis polisi telah terpasang pada pagar rumah. Selain itu, ketika tirai rumah tersingkap, di teras rumah terdapat sejumlah drum ukuran besar, kardus oli merek tertentu dan botol kemasan oli kosong serta kemasan lainnya.

Ditengarai tempat itu dijadikan gudang untuk memproduksi oplosan oli palsu karena lantai teras terlihat mengkilap licin. Barang-barang tersebut dicurigai merupakan peralatan yang selama ini digunakan untuk memproduksi oli dan BBM ilegal.  

Salah satu warga setempat, Yayah mengatakan, pada hari Senin (14/6) ada beberapa orang anggota polisi yang datang ke rumah tersebut. Bahkan dirinya bersama warga diminta untuk menyaksikan saat polisi memasang garis polisi di pagar rumah itu.

Adanya permintaan sehingga dirinya ikut menyaksikan bersama warga sekitar. “Saya bersama warga lain diminta menyaksikan saat rombongan polisi memasangi garis polisi,” tutur Yayah.

Namun dia tidak mengetahui jika rumah tersebut dijadikan rumah untuk produksi oli palsu. “Karena orangnya jarang terlihat di rumah itu. Makanya saya tidak mengetahui kegiatannya,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Samsul Arifin, Warga setempat lainnya, IB mengotrak rumah tersebut baru satu bulan. Pribadi IB pun jarang berinteraksi dengan warga sekitar.

“IB ini orangnya tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga setempat dan jarang keluar rumah juga,” ungkapnya.

Saat di singgung mengenai produksi BBM Oplosan, Arifin pun mengaku baru mengetahui kemarin pasca dilakukan penggrebekan oleh polisi.
“Sebelumnya tidak tahu, tahunya baru pas digrebek polisi,” ungkapnya.

Kendati demikian, kata Arifin, pihaknya pun sempat curiga dengan bau menyengat yang berasal dari rumah IB. “Sebelumnya sempat ada kecurigaan dari warga, soalnya tercium ada bau oli menyengat seperti itu minyak gitu,” ujarnya.

Menurutnya, bau menyengat itu sudah terjadi sejak seminggu terakhir. Bau itu juga meresahkan warga setempat.
Terlebih bagi Samsul Arifin yang memiliki usaha kedai kopi persis di samping rumah ASN tersebut.

Ia mengatakan, walau menaruh curiga, warga belum sempat bertanya langsung kepada pelaku. Hal ini dikarenakan kondisi rumah yang selalu tertutup. “Belum sempat nanya juga walau curiga, karena tidak ada interaksi, kita bingung juga mau nanya,” ujar dia.

Sementara itu, Kapolsek Sindang, Iptu Saefullah yang datang ke lokasi membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Namun dia tidak mengetahui pasti perihal kasusnya.

Menurut dia, pihaknya hanya mendapatkan laporan dari warga jika ada rumah yang dipasang garis polisi. “Untuk soal kasusnya kami tidak tahu, mungkin juga ditangani Mabes Polri. Saya akan mencari informasi dari security komplek,” ujarnya. (Agus)