KAB. CIREBON, (FC).- Oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cirebon berinisial S menjalani pemeriksaan internal setelah diduga terlibat keributan saat pertunjukan Sandiwara Jaya Baya di Desa Kalikoa, Kecamatan Kedawung.

Peristiwa tersebut terjadi saat hiburan rakyat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Sabtu malam (15/8).

Keributan diduga dipicu perkataan S yang membuat situasi memanas hingga menyebabkan sejumlah alat gamelan milik kelompok sandiwara mengalami kerusakan.

Kepala Seksi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Kabupaten Cirebon, Wisma Wijaya, mengatakan pihaknya telah memanggil dan meminta klarifikasi terhadap anggota yang bersangkutan.

“Untuk kejadian itu sudah kami tangani secara internal. Penyelesaian di lapangan juga sudah dilakukan secara restorative justice atau kekeluargaan. Untuk kerusakan ditanggung panitia,” ujar Wisma, Selasa (18/8).

Menurutnya, kejadian bermula ketika ada permintaan lagu dalam pertunjukan. Namun, situasi berubah setelah muncul perkataan terkait permintaan lagu tersebut hingga memicu emosi warga dan panitia.

“Awalnya minta lagu agar diputarkan sesuai keinginan. Kemudian ada perkataan kalau mau sawer lagu harusnya ke organ. Itu yang kemudian memicu emosi,” jelasnya.

Meski tidak berlanjut ke proses hukum, Satpol PP tetap melakukan penanganan sesuai prosedur dan kode etik. S telah menjalani pemanggilan, pemeriksaan, serta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan serupa.

Wisma menegaskan, tindakan tersebut merupakan persoalan pribadi dan tidak berkaitan dengan institusi Satpol PP Kabupaten Cirebon.

S diketahui merupakan warga Desa Kalikoa dan hadir dalam kegiatan tersebut sebagai warga setempat.

“Kejadian itu tidak mewakili institusi. Itu pribadi karena yang bersangkutan warga Desa Kalikoa dan pernah menjabat sebagai Pj Kuwu Desa Kalikoa,” tegasnya.

Satpol PP Kabupaten Cirebon, lanjut Wisma, akan memperkuat pembinaan kepada seluruh anggota agar mampu menjaga sikap dan citra institusi sebagai pelayan masyarakat.

“Kita akan terus melakukan pembinaan kepada seluruh anggota agar tidak ada lagi kejadian yang merugikan masyarakat maupun institusi,” pungkasnya. (Johan)