Oknum Guru di Kecamatan Weru Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap 9 Siswa SD
KAB.CIREBON,(FC).- Seorang oknum guru SDN di Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon diduga telah melakukan tindak pelecehan seksual terhadap siswa di bawah umur.
Berdasarkan informasi yang didapat, korbanya lebih dari sembilan orang.
TI, orang tua salah satu korban mengaku baru mendengar anaknya menjadi korban pelecehan, setelah orang tua korban lainnya berkoordinasi.
TI pun akhirnya mengklarifikasi. Benar saja, bahwa anaknya pernah mendapat perlakuan kurang baik. Dia dilecehkan.
“Ya, anak saya pernah dilecehkan berdasarkan penuturan sang anak tadi pagi terduga pelaku hadir di sekolah. Pihak sekolah pun sudah mengumpulkan. Selain itu, pihak kepolisian dan pihak kecamatan sudah mengumpulkan keluarga korban. Di kantor Korwil Pendidikan Kecamatan Weru” katanya, Senin (15/9).
“Saat itu saya juga ada yang menghubungi. Kebetulan saya ada keperluan. Jadi ngga ikut hadir,” tambahnya
Disinggung soal kondisi anaknya, TI menyebut anaknya selalu menangis ketika ditanya seputar kejadian.
Kemungkinan mengalami trauma. Terlihat ada ketakutan saat mengingat kejadian.
“Kalau kegiatan sehari-harinya sih, biasa saja. Tapi kalau ditanya seputar kejadian, anak selalu nangis. Terbawa suasana. Trauma. Takut. Soalnya pas kejadian, anak saya sendirian,” katanya.
Meski demikian, TI menginginkan persoalan ini tidak sampai ke ranah hukum. Cukup, pelaku diberikan sanksi berat. Tidak ke sekolah. Pindah atau pensiun.
Khawatir, mengulang atau menimbulkan trauma berlebih kepada korban akan tetapi kalo harus ke langkah hukum juga tidak masalah karena ini banyak korban lainya.
“Kalau yang lain saya kurang tau. Kan banyak korbannya. Ada juga salah satu korbannya itu, anaknya polisi. Saya cukup, pelaku tidak lagi ke sekolah” katanya.
Dari cerita salah satu orang tua korban, diketahui pelaku pernah ditemui. Ternyata sikapnya biasa saja.
Tidak ada penyesalan atau memohon permintaan maaf kepada orang tua korban.
TI menginginkan agar figur pendidik menjadi teladan. Menjadi pengayom bagi anak didiknya. Bukan malah sebaliknya. Memberikan dampak negatif.
“Namanya guru, dia itu teladan. Kalau tidak, ngga mencerminkan seorang guru. Guru itu, digugu dan ditiru,” katanya.
“Sekarang ada pendidikan seks sejak dini. Jangan dijadikan dalil, untuk membenarkan perilakunya. Harusnya memberikan rasa aman, bukan malah bikin trauma,” tukasnya.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Fajar Cirebon kasus ini sedang dalam pembahasan oleh Disdik Kabupaten Cirebon, Korwilbidikcam Weru, K3S, PGRI dan Pengawas untuk menindaklanjuti langkah berikutnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol I Putu Ika Prabawa mengatakan pihaknya sudah mengetahui kejadian tersebut namun hingga saat ini masih menunggu dari pihak keluarga korban untuk membuat laporan.
“Kalau ada pihak keluarga yang mau buat laporan. Kita persilakan. Sementara ini belum ada. Tapi untuk kronologinya kita tadi pagi sudah dapatkan. Termasuk nama-nama korban, kita sudah sedikit tahu” pungkasnya. (Johan)








Tinggalkan Balasan