“Ocien” Si Pembawa Hoki Usaha Kripik Tempe
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
Namun, tak seindah ekspektasi. Nyatanya, puluhan penolakan di dapat dari berbagai toko yang disebabkan oleh berbagai alasan.
Puluhan hingga ratusan resep dan teknik ia coba, agar dapat menemukan resep kripik tempe apa yang pas dan cocok selaligus layak untuk diproduksi, dijual, dan dipasarkan kepada masyarakat.
Sampai suatu ketika, pasangan ini temukan lubang atau celah masalah yang perlu diisi atau diperbaiki.
“Coba lagi, resep ini dan itu, saran dan masukan dari berbagai pihak. Kepikiran, awalnya, takut ada rasa yang nggak enak atau aroma tidak sedap dan ternyata minyak untuk penggorengan itu salah satu diantaranya,” ungkap Ocien.
Pakai minyak curah, lanjut Ocien, tidak awet dan cepat bau. Rasanya pun tidak enak untuk dikonsumsi. Begitupun dengan tekstur kripiknya juga berpengaruh.
Sehingga, Ocien dan suami menggunakan minyak kantung per 2 liter yang ada di pasaran atau super market. Untuk merk minyak yang digunakan pun tidak hanya terpatok pada satu merk.
“Merknya sih apa saja yang penting memang kualitasnya bagus bukan curah dan kadang kalau memang diskon walau merknya bukan yang biasa saya pakai, selama itu gradenya oke ya ambil,” ucapnya sambil terkekeh








Tinggalkan Balasan