Ngunjung Buyut Plangon, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga
KAB. CIREBON, (FC).- Ribuan warga Kelurahan Babakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, memadati kawasan Buyut Plangon untuk mengikuti tradisi tahunan Ngunjung Buyut Plangon yang digelar setiap tanggal 15 bulan Safar, Kamis (30/7).
Tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menjaga warisan sejarah dan budaya lokal agar tetap lestari.
Lurah Babakan, Budiyanto, mengatakan Ngunjung Buyut Plangon merupakan bagian dari identitas masyarakat yang harus terus dipertahankan. Menurutnya, keberlangsungan tradisi tersebut membutuhkan peran generasi muda sebagai penerus.
“Ini sudah menjadi tradisi masyarakat Kelurahan Babakan. Jangan sampai tradisi ini hilang. Harus ada regenerasi agar generasi penerus mengenal dan ikut melestarikan Ngunjung Buyut Plangon,” ujar Budiyanto.
Ia mengungkapkan, pihaknya telah mendorong panitia penyelenggara agar melibatkan lebih banyak kalangan muda dalam setiap rangkaian kegiatan.
Langkah tersebut dilakukan agar generasi muda tidak hanya mengetahui tradisi dari cerita orang tua, tetapi juga terlibat langsung dalam pelestariannya.
“Jangan sampai yang tahu hanya orang-orang tua, sementara generasi mudanya tidak mengenal sejarah Ngunjung Buyut Plangon. Tradisi ini harus terus berjalan dari generasi ke generasi,” katanya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab budaya yang dimulai dari perempatan perbatasan Kelurahan Babakan dan Kelurahan Sumber menuju kawasan Buyut Plangon.
Setibanya di lokasi, masyarakat menggelar doa bersama di kompleks makam Pangeran Kejaksan dan Pangeran Panjunan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.
Usai doa bersama, warga melanjutkan kegiatan dengan makan tumpeng dan kue apem secara bersama-sama. Sajian tersebut merupakan hasil gotong royong masyarakat yang menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, serta kepedulian antarwarga.
Selain memiliki nilai sejarah dan religi, kawasan Buyut Plangon juga menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Cirebon.
Kawasan tersebut dikenal dengan keberadaan kawanan monyet liar yang hidup di sekitar hutan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Budiyanto berharap kawasan Buyut Plangon dapat terus dikembangkan sebagai destinasi wisata religi dan wisata alam, sekaligus menjadi media edukasi sejarah bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Harapannya Buyut Plangon semakin dikenal, bukan hanya sebagai tempat religi, tetapi juga sebagai bagian dari sejarah dan budaya masyarakat Babakan,” ujarnya.
Rangkaian tradisi Ngunjung Buyut Plangon masih berlanjut hingga malam hari dengan kegiatan Tabligh Akbar.
Acara kemudian ditutup dengan pagelaran wayang kulit sebagai puncak peringatan tradisi tahunan tersebut. (Johan)








Tinggalkan Balasan