Nelayan Indramayu Desak Menteri KKP Edhy Prabowo Mundur
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
INDRAMAYU,(FC).- Para Nelayan di Kabupaten Indramayu melakukan aksi unjuk rasa di pelabuhan Karangsong.
Mereka mendesak Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo Mundur dari jabatannya karena dianggap tidak memihak kepada nelayan kecil menyusul diizinkannya beroperasinya kapal kapal pukat harimau.
Dalam aksinya, para nelayan Indramayu ini menilai bahwa diizinkannya operasi kapal kapal pukat harimau tersebut berdampak terhadap pendapatan nelayan menurun tajam.
Bahkan sebagian diantaranya terpaksa “gantung jaring” karena minimnya hasil tangkap
Salah seorang tokoh nelayan setempat, Fauzan, mengatakan kapal-kapal bermesin modern dengan fasilitas jaring trawl (pukat harimau) semakin memenuhi wilayah tangkapan ikan di perairan Indonesia.
Puluhan kapal berukuran besar dengan jaring trawl- nya bahkan beroperasi secara bebas. Akibatnya, ekosistem tempat tumbuhnya jasad renik atau organisme yang menjadi makanan ikan menjadi terganggu atau rusak.
Tak hanya itu, ikan-ikan kecil pun juga ikut tertangkap, sehingga mengganggu keberlanjutan kelautan dan perikanan Indonesia.
“Dampak kerusakan akibat pengoperasian pukat harimau sudah jelas, tetapi oleh pemerintah malah diizinkan. Kami tentu menjadi kelompok masyarakat yang paling dirugikan,“ tegasnya.
Tokoh nelayan lain, H. Oca dan Cemplon malah menduga keberadaan kapal-kapal dengan jaring pukat harimau tersebut diduga sengaja dibiarkan untuk kepentingan kelompok tertentu.
Indikasi itu dikuatkan dengan tidak adanya tindakan apapun dari pemerintah meski pelarangan operasional penggunaan jaring trawl masih disebutkan dalam regulasi pemerintah yakni Peraturan Presiden nomor 39 tahun 1980.
“Regulasi ini masih berlaku tetapi malah dilanggar. Yang kami sayangkan, aparat seperti tutup mata tanpa melakukan tindakan hukum yang tegas,” tandas keduanya seraya menambahkan jika hal itu terus dibiarkan nasib nelayan akan semakin terpukul. (Agus)








Tinggalkan Balasan