KAB. CIREBON, (FC).- Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon memperoleh sebanyak 8.000 paket vitamin dan 30.000 masker medis.

Jumlah tersebut diberikan oleh salahsatu perusahaan farmasi plat merah dari PT Kimia Farma yang diperuntukan bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kabupaten Cirebon.

Direktur Utama PT Kimia Farma Apotek, Nurtjahjo Walujo Wibowo yang menyerahkan langsung ribukan paket untuk nakes yang berlangsung di kantor dinas kesehatan setempat.

Secara simbolis, penyerahan diterima Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsing dengan didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Hj Enny Suhaeni, Selasa (3/8).

“Program ini kami namakan gerakan kita bersama nakes yang diluncurkan sebagai wujud kepedulian BUMN ini bersama masyarakat terhadap para nakes sebagai garda terdepan dalam penanganan kasus Covid-19,” kata Nurtjahjo.

Paket berisi kaplet Fituno Blister 3×10 diharapkan mampu memperkuat kesehatan para tenaga kesehatan seperti petugas ambulan, petugas pemulasaraan jenazah, dan perawat.

“Mereka adalah kelompok beresiko tinggi yang melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19 serta jenazah,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, gerakan kita bersama nakes yang berlangsung sepanjang Juli hingga Agustus 2021 ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap lonjakan kasus Covid-19.

Program ini juga merupakan bentuk kepedulian Kimia Farma bersama masyarakat terhadap para nakes yang berjibaku di garda terdepan melawan pandemi dengan pertaruhan nyawa.

“Ketika pasien Covid-19 berdatangan dengan berbagai macam kondisi, para dokter, perawat, pengemudi ambulans, petugas kebersihan rumah sakit, adalah tokoh-tokoh penting untuk menjaga garda terdepan. Menyelamatkan nyawa sambil bertaruh nyawa mereka sendiri,” katanya.

Sementara, Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih, mengapresiasi dan berterimakasih atas kepedulain dari perusahaan BUMN bidang farmasi tersebut.

Terlebih, kata Ayu, lonjakan kasus keterpaparan Covid-19 yang sempat naik signifikan dinilai sangat mengkhawatirkan.

“Dari jumlah keterpaparan kasus positif di Kabupaten Cirebon yang banyak, dari jumlah itu sempat mencapai puncak yang mengerikan, dan bahkan ada sebagian Nakes yang terpapar dan sedihnya ada juga yang meninggal dunia,” ungkapnya.

Meskipun saat ini sudah mengalami penurunan di masa pemberlakukan PPKM per level yang saat ini masih dilakukan.

Sejalan dengan itu, program vaksinasi Covid-19 pun terus dilaksanakan. Berdasarkan laporan, sebanyak 6 persen orang yang sudah divaksinasi hanya 6 persen yang terpapar dan bahkan ada yang meninggal dunia. (Ghofar)