Muncul Klaster Industri, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Paparan Covid-19 pada klaster industri di Kabupaten Cirebon membuat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon merasa prihatin. Namun demikian, kemunculan klaster industri ini justru menuntut kewaspadaan lebih dari semua lapisan masyarakat.
Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan mengindikasikan, penyebab paparan Covid-19 pada salah satu perusahaan di wilayah timur Cirebon itu diduga dari tingginya mobilitas atau pergerakan pekerja itu sendiri yang keluar masuk Kabupaten Cirebon. Pasalnya, selain memiliki pekerja yang cukup banyak, perusahaan tersebut juga banyak memiliki pegawai-pegawai kontrak dan pegawai dengan keahlian khusus.
“Diduga itulah yang menjadi indikasi industri itu terdapat penyebaran Covid-19 yang tinggi, salah satu penyebabnya ya banyaknya mobilitas atau pergerakan orang itu sendiri, dari luar ke dalam,” jelas Alex.
Meski demikian, kata Alex, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon belum menentukan langkah penutupan industri tersebut seperti yang sudah dilakukan terhadap klaster lainnya, seperti klaster pasar. Alex menyebutkan, untuk industri tersebut akan ada regulasi khusus yang mengatur.
“Kalau masih diambang batas toleran, itu mungkin tidak akan dilakukan penutupan, apalagi memiliki tingkat urgensitas yang tinggi. Tapi apabila sudah diluar ambang toleran, mungkin itu bisa terjadi,” papar Alex.
Dijelaskan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon itu, saat ini Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon sudah berkomunikasi dengan pihak industri untuk mencari data yang lebih valid. Pihaknya juga sudah menjalin komunikasi dengan utusan industri tersebut dan meminta pihak industri melakukan verifikasi yang lebih faktual.
“Untuk tracing, karena memang ini bentuknya merupakan wabah yang signifikan akhirnya swab sudah mereka lakukan mandiri dan sudah ada hasilnya. Kesimpulannya, kita tinggal menindaklanjuti dari hasil swab yang sudah mereka lakukan,” terang Alex.
Setelah komunikasi terjalin, imbuh Alex, pihaknya bergarap agar pihak industri bisa melakukan sterilisasi lingkungan. Kemudian, pihak industri juga diharapkan bisa melakukan pembatasan area kerja yang sifatnya memang harus dilakukan dengan membuat wilayah kerja yang sekiranya harus dilakukan pembatasan kerja atau Work From Home (WFH). “Jadi, aktivitas tetap dilakukan tapi harus dibatasi,” ungkapnya. (Ghofar)








Tinggalkan Balasan