KAB. CIREBON, (FC).- Kondisi jalan poros Kabupaten Cirebon di Desa Tawangsari Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon rusak parah.

Bahkan lebih dari 10 titik jalan yang berlubang sering terjadinya kecelakaan terutama saat turun hujan.

Pemerintah Desa (Pemdes) Tawangsari berharap mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk segera melakukan perbaikan jalan dengan panjang sekitar 3.000 meter atau 3 kilometer.

Kuwu Desa Tawangsari Syaerofik mengatakan Desa Tawangsari merupakan desa terpencil dan berada di ujung paling timur bagian utara Kabupaten Cirebon.

Secara umum jalan-jalan poros Kabupaten Cirebon yang ada di wilayahnya hanya dilintasi warga sekitar.

“Karena memang ruas jalan itu sangat panjang, sehingga kurang perhatian secara maksimal,” kata Kuwu, FC Kamis (4/3).

Ia menjelaskan, jalan menuju Desa Tawangsari hingga ujung desa di Blok Bronjong sampai Dusun 02 sepanjang 2000 meter sudah sangat rusak.

Sementara di Blok Tegur yang berada di seberang sungai Cisanggarung lebih dari 1.000 meter.

“Bahkan di Blok Tegur ini sudah puluhan tahun tak pernah disentuh oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon, karena memang lokasinya terisolir dan kendaraan roda empat hanya bisa masuk dari jalan Limbangan Brebes untuk menuju Blok Tegur,” jelasnya.

Lebih dari sepuluh titik jalan yang menjadi tempat kecelakaan, terutama di saat musim hujan karena lubang yang dalam.

“Lubang-lubangnya cukup dalam, saat hujan turun lubang itu tertutup air sehingga tak terlihat saat ada lubang, jadi pengendara sering tergelincir,” ungkap Kuwu.

Upaya memperbaiki jalan pernah dilakukan oleh Pemkab Cirebon melalui dinas terkait, tetapi sayangnya tidak secara tuntas, dan pada tahun 2019 lalu pernah ada perbaikan jalan sepanjang 500 meter.

“Yang lainnya belum dan masih dibiarkan atau tidak disentuh untuk diperbaiki padahal kondisinya sudah sama-sama sangat rusak parah,” ucapnya.

Pemdes dan masyarakat pernah melakukan swadaya dengan menutup lubang jalan menggunakan tanah urug, tetapi hasilnya semakin parah.

Tanah urug menjadi seperti adonan hingga membuat jalan licin dan banyak pengendara sepeda motor yang jatuh.

“Yang kami harapkan jika akan diperbaiki sebaiknya sekaligus jangan saparuh-separuh, agar tidak terkesan mangkrak. Kalau jalan diperbaiki semua masyarakat bisa nyaman saat melintasi jalan poros Kabupaten Cirebon tersebut,” bebernya.

Ia menambahkan, selain di Dusun 02, jalan poros di Blok Tegur menungu diperbaikian. infrastruktur jalan tersebut hanya berupa bebatuan selama bertahun-tahun, seolah masyarakat disana menjadi masyarakat yang terabaikan.

“Kami berharap agar perhatian pemerintah terhadap masyarakat Desa Tawangsari bisa lebih diperhatikan, jangan sampai wilayah paling ujung dan terisolir malah terabaikan. Terkadang saya merasa kasihan kepada warga yang berada di Blok Tegur. Mereka hidup di wilayah terisolir sampai ada beberapa warga yang bertahun-tahun belum pernah keluar dari kawasan itu,” harapnya.

Ia menambahkan, lebih dari 500 KK yang tinggal di Blok Tegur, tidak ada akses untuk kendaraan roda empat (mobil,-red) menuju lokasi tersebut.

“Kalau mau kesana harus mutar ke jalan Limbangan Brebes, mohon Pemkab untuk dapat memperhatikan nasib masyarakat disini jangan samai merasa terabaikan,” kata Syaerofik seraya memohon. (Nawawi)