KUNINGAN, (FC).- Puluhan jamaah asal Kabupaten Kuningan gagal berangkat umroh. Padahal mereka sudah naik bus penjemputan. Karena gagal akhirnya, Selasa (4/2) sore mereka memilih ke Mapolres Kuningan untuk berkonsultasi.

Informasi yang dihimpun, jamaah asal kuningan ada sekitar 41 orang itu berkumpul di Kuningan Islamic Center (KIC) sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka dijemput dengan bus pariwisata, lalu berangkat. Memasuki shalat duhur, jamaah berhenti sejenak di wilayah Cirebon, tepatnya di Beber Cirebon untuk melaksanakan shalat duhur.

Usai shalat, tiba-tiba, kordinator atau pendamping para jamaah mendapat informasi tidak jadi berangkat. Dengan alasan visa dan tiket jamaah belum tersedia dan masih sedang diproses oleh provider.

Sehingga terjadi perdebatan yang cukup alot antara jamaah dengan pendamping. Dan akhirnya para jamaah memutuskan untuk diantar ke Mapolres Kuningan hendak melakukan konsultasi. Dan mereka tiba sore hari di Mapolres Kuningan.

“Setelah saya konfirmasi ke pihak perantara, katanya visa dan tiket masih diurus dengan alasan biaya untuk pengurusan visa dan tiket belum dilunasi,” ujar Pendamping Jamaah Ifan Nurafandi kepada wartawan, Selasa (4/2).

Setelah komunikasi cukup panjang dengan perantara, lanjut Ifan, pihak Al Farraby Tour and Travel mengaku siap memberangkatkan jamaah asal kuningan setelah tanggal 10 Februari 2020.

“Kami pun memutuskan untuk mendatangi Polres Kuningan. Kami hanya melakukan konsultasi dengan pihak kepolisian terkait permasalahan ini,” ujar Ifan.

Sementara  menurut salah seorang jemaah yang enggan dikorankan namanya menambahkan bahwa mereka sudah tiga kali dijanjikan untuk berangkat yaitu pada tanggal 21 Januari 2020, kemudian tanggal 25 hingga tanggal 27 Januari 2020 dan hari ini 4 Ferubari 2020 mereka berangkat walaupun gagal.

“Kita sudah melunasi biaya untuk umroh sebesar 27 juta. Tapi kami dikecewakan bukan kali ini saja, tapi sebelumnya kami dijanjikan berangkat hingga tiga kali,” ujarnya.

Sementara itu, Wakapolres Kuningan, Kompol. Hilman Muslim membenarkan para jemaah yang gagal berangkat umroh ini datang ke Mapolres Kuningan untuk melakukan konsultasi.

“Untuk sementara, mereka sebatas melakukan konsultasi, belum memberikan laporan resmi. Kami sebagai pelayan masyarakat tentu saja menerima kedatangan mereka untuk memberikan sumbangsih saran dan lainnya,” jelas Hilman.

Jamaah yang menyempatkan untuk shalat di Masjid Al Aman Polres Kuningan, meninggalkan Mapolres Kuningan dengan dijemput pihak keluarganya masing – masing.

Kabarnya, besok akan dilakukan pertemuan kembali dengan pihak pendamping dan perantara serta jamaah untuk memastikan keberangkatan para jamaah. Jika tidak ada kejelasan, para jamaah memastikan akan melaporkan masalah tersebut ke pihak terkait dalam hal ini Polres Kuningan.  (ali)