Menjelang Bulan Ramadan, MUI, KUA dan DMI Lakukan Cek Standarisasi Masjid di Kecamatan Kedawung
KAB. CIREBON,(FC).- Menghadapi bulan Ramadan 1446 H, KUA, DMI dan MUI Kecamatan Kedawung ,Kabupaten Cirebon menggelar survei dan pengecekan standarisasi Kerapihan,Kebersihan dan Kelengkapan Masjid (SK3M) terhadap Masjid yang berada di delapan Desa di Kecamatan Kedawung,selain untuk persiapan Ramadan masjid tersebut rencana digunakan untuk tempat lomba MTQ tingkat Kabupaten Cirebon. Minggu (16/2)
Mar’atun Solihah, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kedawung mengatakan kegiatan ini bermula ketika ditunjuknya Kecamatan Kedawung menjadi tuan rumah MTQ Sekabupaten Cirebon.
Sebab menurutnya, Kecamatan Kedawung memiliki masjid terbanyak Sekabupaten Cirebon.
” Ada 60 masjid di Kecamatan Kedawung dan merupakan terbanyak di kabupaten Cirebon, Berhubung karena kita ingin menjadi tuan rumah yang baik dalam kegiatan MTQ maka kami menginisiasi dari KUA dan juga atas nama Badan Kesejahteraan Masjid dan Dewan Masjid Indonesia melakukan kegiatan yang kita putuskan menjadi standarisasi kebersihan, kerapihan, dan kelengkapan masjid” kata Solihah. Minggu (16/2).
Meski terbanyak,lanjut Solihah tetapi belum tentu mempunyai standarisasi kebersihan, kerapihan dan lengkap.
Maka dari itu kita ada kategori kriterianya diantaranya, kebersihan alat salat,tempat wudhu dan toilet, penataan taman dan parkir.
“Kriterianya misalnya karpet jamaahnya bersih dan wangi jamaah perempuan juga sama, tersedia kipas angin dan jam digital sesuai dengan waktu sholat. Dengan begitu harapan kita menjadi tuan rumah yang baik pada bulan Agustus nanti, MTQ juga menjadi tuan rumah yang baik untuk bulan Ramadan” tuturnya
“Mudah-mudahan masjid-masjid yang kita survei dan kita standarisasi bisa menjadi masjid yang bisa melayani jamaah dengan baik” tambahnya.
Sementara Ketua Dewan Masjid Indonesia Kecamatan Kedawung, Kasturi Dimyati mengatakan selain kebersihan, dalam standarisasi itu juga ada pengaturan penggunaan sound sistem dan sarpras lainya.
“Di sini ada penilaian sapras masjid,sound system, lampu luar dan dalam, perpustakaan, dispenser gelas, tempat sepatu, tempat sampah luar, tempat lahan parkir, sound system ini maka kita fokuskan dalam. dan luar ada kriteria suara agar tidak berisik dan artikulasi jelas” kata Dimyati.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari,Sabtu dan Minggu, Tim yang menyebar terdiri dari tiga unsur , Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan Kantor Urusan Agama (KUA) mereka mendatangi masjid – masjid yang berada di delapan desa di Kecamatan Kedawung. (Johan)








Tinggalkan Balasan