Melonjak, Dua RSUD Tambah Ruang Isolasi dan Rekrut Perawat
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Dua rumah sakit umum milik pemerintah daerah (RSUD) di Kabupaten Cirebon bakal menambah ruang isolasi. Hal tersebut guna menghadapi lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon.
Kabarnya RSUD Arjawinangun akan menambah ruang isolasi hingga 106 tempat tidur. Kemudian RSUD Waled akan menambah sebanyak 90 tempat tidur.
“Ini semangat para Direktur RSUD-RSUD di Kabupaten Cirebon, untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19 baik RSUD Arjawinangun maupun Waled masing-masing menambah ruang isolasi bagi pasien Covid-19,” kata Asisten Daerah (Asda) Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspem Kesra), Hilmi Rivai usai memimpin rapat di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Selasa (15/12).
Imbas dari penambahan sejumlah ruangan di kedua rumah sakit milik pemerintah daerah, Hilmi kepada FC menjelaskan, ternyata berdampak pada kekurangan tenaga kesehatan (Nakes,-red).
“Tadi punya rencana meminjam tenaga kesehatan pada Dinas Kesehatan. Ternyata tidak memungkinkan juga karena tenaga kesehatan yang di Puskesmas juga masih kekurangan,” kata Hilmi.
Akhirnya, lanjut Hilmi, ada solusi, yakni pihaknya akan berencana merekrut perawat-perawat atau tenaga kesehatan yang sudah memiliki surat tanda registrasi (STR) yang nantinya akan ditempatkan di dua rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
“Barusan sudah dibicarakan, bahwa untuk hal tersebut di dalam regulasi diperbolehkan untuk membayar dengan standar biaya. Ada dua pilihan standar biaya yang telah ditetapkan oleh Bupati seperti yang mendapatkan insentif atau honor atau standar biaya yang telah ditetapkan oleh rumah sakit ya,” jelas Hilmi.
Ditanya kebutuhan, kata Hilmi, untuk RSUD Waled butuh 30 tenaga medis untuk ke 40 untuk RSUD Arjawinangun.
“Yang dibutuhkan segera itu adalah nakes perawat, kalau dokter saya kira masih bisa menggunakan dokter-dokter yang ada, termasuk tenaga laboratorium juga kan hanya insidentil. Memang dokter juga perlu, tapi ini perawat yang saat dibutuhkan segera,” jelas Hilmi.
Sedangkan Sarana Olahraga (SOR) Watubelah yang digadang-gadang dijadikan tempat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19, sejauh ini masih belum ditetapkan, namun pemerintah Kabupaten Cirebon sudah mengerucut kepada satu hotel yang ada di Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon.
“Kalau yang di sport center kita masih belum ditetapkan, tetapi The Radiant barusan sudah mengerucut. Artinya hotel The Radiant akan ditunjuk menjadi salah satu tempat untuk isolasi mandiri tanpa gejala, tetapi untuk tenaga kesehatan saja,” tukasnya. (Ghofar)








Tinggalkan Balasan