Ia mengatakan, audit itu diperlukan untuk memastikan bahwa BUMD Majalengka sehat secara pengelolaan dan juga kinerja.

“Jadi sebaiknya, pemerintah daerah melakukan audit secara menyeluruh terhadap kinerja badan usaha milik daerah untuk memastikan bahwa BUMD ini sehat secara pengelolaan, kemudian sehat secara kinerja,” kata Asep .

Permintaan untuk dilakukan audit pada BUMD yang ada, lanjutnya karena di antaranya diduga ada manajemen yang tersandung masalah. Hal itu tentunya harus menjadi catatan bagi pemerintah daerah.

“Selain itu, penyertaan modal yang telah diberikan kepada badan usaha milik daerah itu juga diharapkan dapat terlihat secara kontribusi, PAD-nya jelas dan memiliki tren positif,” jelasnya.