Masuki New Normal , BKKBN Terapkan Tiga Kebijakan Baru
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
“Itulah mengapa pada new normal ini tetap harus bisa mencapai target. Kalau kita dalam new normal ini menjadi new target kemudian under target, maka menurut saya kita bunuh diri. Kita repot,” tegas Hasto.
Dokter yang mengawali tugasnya di salah satu puskesmas di pedalaman Kalimantan ini menjelaskan, penuruan peserta KB terjadi pada seluruh jenis alokon.
Penurunan terbesar tejadi pada jenis KB suntik yang rontok dari 18 juta pada Maret 2020 menjadi 13 juta pada April 2020.
Demikian juga pada pil, dari 7,3 juga menjadi 5,4 juta. Ini bisa dimaklumi mengingat 75 persen peserta KB di Indonesia merupakan pengguna KB suntik dan pil.
Hasto berdalih, penurunan yang terjadi pada April menunjukkan adanya kepatuhan pada masyarakat untuk tetap berada di rumah (stay at home).








Tinggalkan Balasan