Massa Pro dan Kontra Hibah Lahan Gelar Aksi Demo
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KOTA CIREBON, (FC).- Dua aksi demonstrasi dari dua massa yang berbeda pandangan, terhadap masalah hibah lahan Stadion Bima milik Pemkot Cirebon, kepada Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) berlangsung Kamis siang (14/10).
Kedua massa dipisahkan jaraknya cukup jauh oleh pihak kepolisian, massa yang pro yakni dari 26 elemen masyarakat Cirebon berada di utara (dekat Hotel Onos), sedangkan yang kontra yakni dari GMBI Cirebon Raya di selatan (dekat Rumdin Walikota) Jalan Siliwangi Kota Cirebon.
Walikota Cirebon Nashrudin Azis, didampingi Sekda Agus Mulyadi, Kapolres Cirebon Kota AKBP M Fahri Siregar turun langsung menemui kedua massa tersebut. Guna mendengarkan tuntutan maupun aspirasi yang disampaikan.
Kepada dua kelompok massa tersebut, Azis meminta menahan diri dan mempersilahkan perwakilannya untuk beraudensi di Rumah Dinas Walikota.
Azis menyampaikan, dari audensi tersebut membawa sebuah hasil, minimalnya masing-masing yang bersangkutan dalam hal ini GMBI dengan Pemkot Cirebon, rangkanya sudah dipahami bersama. Tinggal bagaimana pihaknya membuktikan dengan menjawab atas surat klarifikasi.
Dikatakannya, GMBI juga menyampaikan tidak ada maksud lain kecuali hanya untuk mengoreksi atas kemungkinan terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh pemerintah.

“Tugas kami pemerintah daerah, akan mengumpulkan data-data pendukung tentang kronologis dari mulai MoU dengan Kementerian Keuangan sampai terjadinya hibah dari Kementerian Keuangan kepada pemerintah daerah terkait aset tersebut,” ungkapnya.
Dikatakan Azis, tidak ada masalah yang kursial yang kemudian menimbulkan hal-hal yang tidak inginkan. Karena pemerintah daerah pun didalam mengambil kebijakan dan produk hukum tentunya memuat dasar-dasarnya.
Sehingga, dasar-dasar yang pihaknya buat akan disampaikan kepada teman-teman GMBI dan masyarakat Cirebon secara tertulis.
Dokumen yang dibuat pada Tahun 2016, semuanya ada. Dokumen tersebut berisi tentang perjanjian, kesepakatan awal Kementerian Keuangan dengan Kota Cirebon tentang rencana hibah.
Sementara itu, Qorib Magelung Sakti dari LKBH Bibit mengatakan, pihaknya untuk mendukung kondusifitas Kota Cirebon yang peduli pengembangan pendidikan.
“Kita di sini bukan untuk mengacaukan Kota Cirebon tetapi untuk mengamankan Kota Cirebon dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu saya mengajak kawan-kawan jangan sampai ada yang terprovokasi,” tegasnya.
Reno Sukrisno dari Kaukus Muda menambahkan, sampai kapanpun Kota Cirebon harus kondusif, karena itu kondisifitas Kota Cirebon bukan saja menjadi tanggung jawab Pemkot Cirebon, aparat hukum tetapi juga menjadi tanggung jawab elemen masyarakat Kota Cirebon.
“Saat PPKM menjadi level 2 di Kota Cirebon berdampak baik perkeonomian dan terutama kepada pendidikan yang tidak lagi menjalani pembelajaran jarak jauh tetapi sebagian sudah melakukan pembelajaran tatap muka,” katanya.
Kehadiran dalam aksi ini, tambah Reno, dalam rangka mendukung pengembangan proses pendidikan di Kota Cirebon.
“Sayangnya, ada sekelompok orang yang mencoba merusak dan mengganggu proses pengembangan pendidikan di Kota Cirebon,” tandasnya.
Pantauan FC, aksi demo ratusan orang dari dua massa tersebut berlangsung kondusif, disamping dijaga puluhan personil polisi, pihak kepolisian memasang kawat berduri pemisah. (Agus)








Tinggalkan Balasan