KUNINGAN, (FC).- Masjid tidak hanya didorong menjadi pusat kegiatan ibadah, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Melalui program BAZNAS Ultra Mikro Masjid (BUMI MASJID), sebanyak 96 pelaku usaha mikro di Kabupaten Kuningan mendapatkan akses permodalan tanpa bunga dengan total nilai bantuan mencapai Rp200 juta.

Program tersebut disalurkan melalui dua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), yakni Masjid Jami’ Baiturrohman Desa Kadugede dan Masjid Al-Kautsar Desa Paninggaran, Kecamatan Darma.

Penyerahan bantuan dilakukan di Masjid Jami’ Baiturrohman dan dihadiri langsung Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar, Sabtu (15/8).

Bupati Dian mengatakan, program BUMI MASJID menjadi langkah nyata dalam menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.

Menurutnya, masyarakat perlu diberikan akses permodalan yang aman dan mudah agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri.

“Kalau kita ingin program seperti ini terus berkembang, mari kita kuatkan zakat. Bagi yang sudah memenuhi kewajiban zakat, tunaikanlah melalui BAZNAS. Karena zakat yang kita keluarkan hari ini dapat menjadi modal bagi saudara-saudara kita untuk bangkit, berusaha, dan mandiri,” ujar Dian.

Ia menilai, penyediaan modal usaha produktif semakin penting di tengah munculnya berbagai persoalan ekonomi masyarakat, salah satunya akibat jeratan judi online dan pinjaman online ilegal.

Menurut Dian, kedua persoalan tersebut sering kali memiliki keterkaitan. Masyarakat yang mengalami kerugian akibat judi online kemudian mencari pinjaman untuk kembali bermain, sehingga terjebak dalam persoalan ekonomi yang semakin berat.

“Judi online dan pinjaman online ini sering kali saling berkaitan. Ketika seseorang kalah atau kekurangan uang karena judi online, mereka kemudian meminjam uang melalui pinjaman online untuk kembali bermain. Akhirnya terjadi lingkaran yang sulit diputus,” katanya.

Karena itu, pemerintah daerah bersama lembaga keagamaan perlu menghadirkan solusi ekonomi yang memberikan kemudahan sekaligus perlindungan kepada masyarakat.

Bupati Dian mengapresiasi langkah BAZNAS Kabupaten Kuningan dalam menghadirkan program BUMI MASJID.

Ia berharap bantuan modal tersebut tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi mampu meningkatkan pendapatan serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga penerima manfaat.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan KH Yusron Kholid menjelaskan, program BUMI MASJID diperuntukkan bagi mustahik produktif dan pelaku UMKM yang merupakan bagian dari jamaah masjid.

“Prinsipnya adalah dari masjid, oleh masyarakat, dan kembali untuk kemaslahatan masjid serta masyarakat,” ungkap Yusron.

Dalam penyalurannya, DKM Masjid Jami’ Baiturrohman Desa Kadugede memberikan bantuan kepada 62 pelaku UMKM. Sementara DKM Masjid Al-Kautsar Desa Paninggaran menyalurkan bantuan kepada 34 pelaku UMKM.

Masing-masing penerima memperoleh akses permodalan maksimal Rp3 juta tanpa bunga untuk mengembangkan usaha yang dijalankan.

Yusron berharap penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara produktif sekaligus semakin aktif dalam memakmurkan masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat.

“Harapannya, mereka tidak selamanya menjadi penerima manfaat, tetapi ke depan mampu berkembang menjadi pemberi zakat atau muzaki,” ujarnya.

Program BUMI MASJID ditargetkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui penguatan ekonomi berbasis masjid, masyarakat diharapkan mampu membangun usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Dengan konsep tersebut, masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi, penguat ketahanan keluarga, serta ruang tumbuhnya kemandirian umat. (Angga)