Mamat: Lutfi Tidak Mampu Kelola PKB
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Dewan Syuro Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kecamatan Pabedilan, Mamat membantah keras pernyataan Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Cirebon Lutfi Andalusi yang mengatakan kondisi PKB Kabupaten Cirebon saat ini baik-baik saja.
Dirinya menilai, PKB sejak dipimpin M. Lutfi bukan hanya saja persoalan kurangnya komunikasi, bahkan bisa dikatakan Lutfi dianggap tidak mampu memimpin PKB saat ini.
Mamat mengatakan, sejak awal kepemimpinan Mohamad Luthfi di DPC PKB dianggap sudah melenceng dari jalur yang seharusnya. Bahkan, semua kader PKB tidak pernah dilibatkan dalam hal kegiatan partai.
“Baik-baik saja dari mana, sudah menjadi rahasia umum, bahwa kepemimpinan Lutfi tidak mampu mengelola PKB. M. Lutfi sudah keluar jalur, itu bukan sekarang saja, waktu baru dua tahun memimpin juga susah seperti itu,” ungkap Mamat kepada FC, Rabu (4/11).
Menurutnya, di era kepimpinan Lutifi, PKB Kabupaten Cirebon baru melaksanakan kegiatan saja. Kegiatan itu juga kegiatan saat menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Legislatif (Pileg).
Dan di dalam kegiatan prtai tersebut, DPC PKB tidak melibatkan para kader, justru melibatkan pihak eksternal
“Kenapa saya katakan begitu, jika seharusnya dalam kegiatan besar partai, seperti Pilkada dan Pileg itu kader partai harus dilibatkan. Ini mah yang dilibatkan malah LSM, justru kader partai sendiri yang dikebirikan. Itu sudah jelas pembunuhan karakter para kader PKB,” cetus Mamat.
Masih dikatakan Mamat, perolehan Kursi PKB di DPRD Kabupaten Cirebon dalam Pileg 2019 yang lalu seharusnya bisa memperoleh 15 Kursi. Hal itu dikarenakan tidak berjalannya mesin partai dalam helatan Pemilu tersebut.
Pasalnya, banyak calon legislatif saat itu, merupakan calon yang potensial. “Baru dapat 10 kursi saja sudah bangga dan dikatakan berhasil, dulu tahun 1999 yang calonnya tanpa keluar uang, bisa dapat 12 kursi kok,” ujar Mamat.
Dirinya juga mempersilahkan kepada M. Lutfi bilamana akan mencalonkan kembali menjadi Ketua DPC pada Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kabupaten Cirebon mendatang.
Akan tetapi, dirinya memastikan, bahwa M. Lutfi tidak akan mendapatkan dukungan dari PAC se-Kabupaten Cirebon.
Hal tersebut dikarenakan, kader PKB ditingkat PAC sudah merasa sangat sakit hati. “PAC sudah sakit Hati, karena Lutfi telah membunuh karakter para kader ditingkat PAC. Kalau mau nyalon (Ketua,-red) lagi ya silahkan,” tandas Mamat.
Sementara itu, sampai dengan saat ini, Ketua DPC PKB Kabupaten Cirebon Mohamad Luthfi masih belum memberikan komentar terkait polemik tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Sekretaris DPC PKB Kabupaten Cirebon Lutfi Andalusi memberikan komentar atas gejolak yang ada di Tubuh PKB yang dihembuskan oleh para Pengurus Pimpinan Anak Cabang atas vakumnya PKB Kabupaten Cirebon dibawah kepemimpinan M. Lutfi yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Cirebon.
Luthfi mengatakan, kondisi DPC Kabupaten Cirebon saat ini dalam kondisi baik-baik saja. Dirinya juga membantah, bahwa saat ini terjadi gejolak apapun dari arus bawah.
Bila terkait dengan apa yang diutarakan oleh Forum PAC PKB, hal tersebut hanya keinginan agar Muscab PKB segera digelar.
“Kalau dari internal DPC saya pikir tidak ada apa-apa. Hanya sebenarnya, mereka (PAC) mau segera Muscab itu dilaksanakan, tapi itu kan kewenangannya ada di DPP,” kata Lutfi. (Muslimin)








Tinggalkan Balasan