KOTA CIREBON, (FC).– Aroma busuk yang menyengat dari sebuah kamar kos di kawasan Jalan Satria Gang Delima I Nomor 13, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

Aroma busuk ini mengungkap sebuah tragedi memilukan. Seorang mahasiswi asal Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, bernama Yuliva Andrianita, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi jasad telah membusuk di kamar kosnya, Selasa (28/7).

Ironisnya, terungkapnya peristiwa ini bermula dari rasa khawatir seorang teman. Selama dua hari, media sosial korban mendadak tidak aktif. Padahal, korban sebelumnya diketahui tengah mengalami gangguan kesehatan.

Kecurigaan itulah yang akhirnya membuka tabir kematian mahasiswi yang telah tinggal di OMA Guest House sejak Desember 2025 tersebut.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan, laporan diterima sekitar pukul 14.00 WIB. Polisi kemudian menerjunkan personel Samapta, Satreskrim, dan Unit Inafis untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Begitu menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti kematian korban,” ujar AKP Aris Hermanto.

Peristiwa bermula ketika penjaga kos, Maulana Sidik, menerima pesan WhatsApp dari seseorang bernama Dino pada Senin (27/7) sekitar pukul 21.27 WIB. Dino meminta agar kondisi korban diperiksa karena media sosial korban sudah beberapa hari tidak aktif, sementara sebelumnya korban diketahui sedang sakit.

Penjaga kos kemudian mendatangi kamar korban. Namun lampu kamar padam dan tidak ada jawaban meski pintu telah beberapa kali diketuk. Bersama pemilik kos, mereka sempat berusaha mencari kunci cadangan, tetapi tidak berhasil menemukannya.

Keesokan harinya, pemilik kos Yogi Sugara memanggil seorang tukang bangunan, Dendi Hidayat, untuk membuka paksa pintu kamar menggunakan obeng. Saat pintu berhasil dibuka, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dalam kondisi tubuh membengkak dan mengeluarkan bau menyengat. Kamar diketahui masih terkunci dari dalam.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan korban terakhir kali terlihat pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB ketika mengambil pesanan makanan dari layanan GrabFood di depan kos.

Polisi kemudian memeriksa penjaga kos, pemilik kos, tukang yang membuka pintu, serta sejumlah penghuni kos lainnya. Dari keterangan para saksi, tidak ada yang mengetahui adanya tamu maupun aktivitas mencurigakan di kamar korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Pihak keluarga korban telah dihubungi. Berdasarkan informasi yang diperoleh penyidik, sekitar dua pekan sebelum kejadian korban sempat pulang ke Bangka Belitung karena mengeluhkan sakit lambung dan telah menjalani pemeriksaan medis.

Keluarga bahkan sempat melarang korban kembali ke Kota Cirebon lantaran kondisi kesehatannya belum sepenuhnya pulih. Namun korban memilih kembali untuk melanjutkan aktivitas kuliahnya.

Hingga kini, Polres Cirebon Kota masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian korban. Polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah kematian korban murni disebabkan oleh kondisi medis atau terdapat faktor lain.Sementara itu, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (Agus)