Mahasiswa UMC Kembangkan Wisata Digital Trusmi
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Tiga mahasiswa peraih program Top 120 Innovillage Tahun 2021 dari Universitas Muhammadiyah Cirebon menerima penyerahan atribut Project Sosial tersebut di Lobi Ruang Rektorat Kampus 1 UMC, Senin (25/10).
Mereka adalah Hafidz Al Qodri (Ilmu Keperawatan), Zaenul Arifin (Teknik Informatika) dan Muhammad Teguh N (Ilmu Keperawatan).
Pada kesempatan tersebut Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Wiwi Hartati, M.Si didampingi Ketua Bidang Publikasi Ilmiah LPPM UMC, Desy Lusiyana, M.Pd dan Dosen Pendamping Ida Riaeni, S.Sos, M.I.Kom menyematkan atribut untuk kegiatan mahasiswa dalam merancang inovasi digital membangun desa.
Innovillage hadir sebagai ajang kompetisi nasional sociopreneurship di bidang teknologi digital melalui kolaborasi PT Telkom Indonesia bersama Perguruan Tinggi dalam hal ini Telkom University, dengan mewadahi Perguruan Tinggi se-Indonesia dalam menggugah mahasiswa/i yang sedang di berada kampung halaman selama pandemi Covid-19.
Wiwi Hartati juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar terus berkarya.
“Tim ini lolos Innovillage pada 6 Oktober 2021. Inisiasi program dirancang sudah sejak lama, dimulai pada awal Agustus saat program KKM di UMC mengangkat tentang Mapping Desa Wisata di sekitar tempat tinggal Mahasiswa,”jelas Wiwi.
“Ide pengembangan program berlanjut dengan Pemanfaatan Teknologi QR pada motif batik sebagai Promosi Desa Wisata di Trusmi Wetan. Wisata dan Kerajinan Batik menjadikan salah satu potensi yang dimiliki oleh Desa ini untuk meningkatkan perekonomian,” kata Dosen Pendamping, Ida.
Berdasarkan Sustainable Development Goals (SDGs), dengan memperhatikan Inovasi dan kemitraan yang bisa bersinergi, tim melihat belum optimalnya sarana promosi dan informasi kepariwisataan dalam meningkatkan pendapatan asli desa dan perekonomian masyarakat sekitar.
Solusi terkait peningkatan sarana promosi adalah dengan pembuatan website Pengenalan Batik Berbasis Teknologi QR.

Ketua Tim, Hafidz Al Qodri menjelaskan, Saat ini pandemic COVID- 19 masih belum hilang dan masih terjadi pembatasan aktifitas masyarakat, diharapkan website ini bisa menjadi alternatif bagi para wisatawan yang tidak bisa berkunjung secara langsung karena adanya pembatasan aktivitas.
Selain itu, pengembangan QR motif batik juga bisa membantu para wisatawan untuk mengetahui sejarah dan pembelajaran tentang motif batik ini secara virtual.
Dengan menggunakan gadget yang terkoneksi dengan jaringan internet, masyarakat belajar juga belanja.
Pada periode pertama, beberapa agenda yang telah dilaksanakan diantaranya yaitu melakukan Identifikasi potensi (FGD) dengan melibatkan pihak-pihak terkait, melakukan perizinan tempat pelaksanaan kegiatan, pendekatan sekaligus penawaran mitra dengan beberapa stake holder, menggali informasi
lebih dalam mengenai batik, membuat media implementasi diantaranya QR dan Website.
Hasil karya mahasiswa UMC ini bisa diakses pada www.museumbatikdigital.com.
Kegiatan periode pertama program Innovillage ini berlangsung tanggal 8-23 Oktober 2021. Program masih akan berlanjut sampai 20 November 2021, dan Akan berkompetisi demgan peserta lain menuju Top 10 besar Program Innovillage 2021 di Jakarta.
Tidak menutup kemungkinan, ide QR Promosi wisata ini bisa diduplikasi dan disebarkan di tempat lain. Zaenul Arifin, salah satu anggota tim optimis siap bekerjasama dengan pihak mitra.
“Kita harus semangat menyelesaikan implementasi program agar bisa tepat waktu dan dikembangkan secara luas,” pungkas Zaenul. (Rilis/FC)








Tinggalkan Balasan