Mahasiswa President University Ajak Pelajar Cibuntu Jadi Duta Digital Indonesia
KUNINGAN, (FC).- Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional President University mendorong pelajar Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, berperan sebagai duta diplomasi publik Indonesia melalui ruang digital.
Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Social Project bertajuk “Empowering High School Students as Actors of Public Diplomacy” dan “Buzzer in Politics on Social Media” di Desa Wisata Cibuntu, Senin (17/8).
Dosen pembimbing kegiatan, Farid mengatakan perkembangan media sosial membuka peluang bagi generasi muda untuk memperkenalkan potensi Indonesia kepada dunia.
“Generasi muda tidak harus menunggu menjadi diplomat untuk memperkenalkan Indonesia. Melalui media sosial dan konten kreatif, mereka sudah bisa menjadi aktor diplomasi publik,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar mendapatkan pembekalan mengenai diplomasi publik, peran generasi muda, hingga cara memanfaatkan media sosial secara positif.
Materi disampaikan oleh perwakilan Direktorat Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI serta akademisi President University.
Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan membuat konten kreatif, mulai dari teknik pengambilan gambar hingga strategi menyampaikan cerita tentang potensi daerah.
Farid menilai Desa Cibuntu memiliki banyak potensi yang dapat diangkat menjadi narasi positif Indonesia, mulai dari budaya, alam, hingga kehidupan masyarakat.
“Cibuntu memiliki banyak cerita dan potensi yang bisa diperkenalkan lebih luas. Kami ingin siswa melihat bahwa lingkungan mereka sendiri bisa menjadi bagian dari narasi Indonesia untuk dunia,” katanya.
Para pelajar juga diajak memahami fenomena buzzer politik, disinformasi, serta pentingnya berpikir kritis dalam menggunakan media sosial.
Sebagai praktik, peserta mengikuti lomba pembuatan video promosi Desa Wisata Cibuntu. Kelompok 3 menjadi pemenang melalui karya berjudul “Experience Life Like a Local” yang dinilai mampu menggambarkan kehidupan masyarakat Cibuntu secara autentik.
Farid berharap kegiatan tersebut dapat mendorong pelajar untuk terus berkarya dan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana memperkenalkan potensi daerah.
“Kami berharap siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki keberanian untuk berkarya dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia,” pungkasnya. (Angga)








Tinggalkan Balasan