KAB.CIREBON, (FC).- Banjir akibat luapan Sungai Cijangkelok dan Sungai Cisanggarung merendam ratusan rumah di tiga kecamatan wilayah timur Kabupaten Cirebon, Kamis (12/2) dini hari. Tingginya debit air menyebabkan permukiman warga di Kecamatan Pasaleman, Ciledug, dan Losari terendam dengan ketinggian bervariasi.

Wilayah terdampak meliputi Desa Cilengkrang, Kecamatan Pasaleman; Desa Ciledug Wetan, Kecamatan Ciledug; serta Desa Barisan, Kalirahayu, dan Tawangsari di Kecamatan Losari. Air dilaporkan masuk secara cepat ke rumah-rumah warga sejak dini hari.

Salah seorang warga Desa Cilengkrang, Kecamatan Pasaleman, Tarja (55), mengatakan air mulai menggenangi rumahnya sekitar pukul 01.00 WIB. Ketinggian air sempat mencapai 1,5 meter.

“Di sini hujan hanya gerimis. Banjir ini akibat limpasan Sungai Cijangkelok,” ujarnya, Kamis (12/2).

Selain luapan sungai, banjir juga dipicu buruknya sistem drainase serta tingginya sedimentasi di Sungai Cijangkelok. Di Desa Cilengkrang, tercatat sekitar 300 kepala keluarga dengan kurang lebih 900 rumah terdampak.

“Alhamdulillah, air mulai surut sekitar pukul 05.00 WIB. Sekarang tinggal sekitar 20 sentimeter,” tambah Tarja.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, meninjau langsung lokasi banjir di Desa Cilengkrang. Ia menyampaikan keprihatinan atas musibah yang dialami warga.

“Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait, pemerintah desa, serta BBWS untuk langkah penanggulangan banjir,” kata Sophi.

Ia menegaskan DPRD akan mendorong koordinasi lintas instansi guna memastikan penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Sementara itu, banjir juga melanda Desa Barisan, Kecamatan Losari. Seorang warga setempat, Hengki, menyebut air mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 02.00 WIB dengan ketinggian setinggi mata kaki.

“Dalam waktu singkat air naik cepat. Sekitar pukul 02.30 WIB sudah setinggi 50 sentimeter dan arusnya cukup deras,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat warga panik karena air terus bertambah. Air baru mulai surut sekitar pukul 07.00 WIB, meski genangan masih tersisa di dalam rumah warga.

“Masih ada air di dalam rumah, jadi belum bisa langsung dibersihkan,” katanya.

Warga lain yang tinggal di dekat tanggul mengaku derasnya arus air hingga menjebol pintu bagian belakang rumah. Sejumlah barang berharga dilaporkan hanyut terbawa banjir.

Kapolsek Losari, AKP Sugiono, mengatakan banjir di Desa Barisan merendam sekitar 50 rumah warga di Blok Pon.

“Luapan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB di RT 16, 17, dan 18 RW 06. Saat ini air sudah berangsur surut dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter,” jelasnya.

Menurutnya, luapan air berasal dari wilayah Bendungan Cijangkelok. Debit air meningkat drastis dari kondisi normal sekitar 250 sentimeter menjadi 700 sentimeter, sehingga tanggul tidak mampu menahan aliran.

Pihak kepolisian bersama unsur lintas sektoral telah melakukan sejumlah langkah penanganan, termasuk berkoordinasi dengan proyek peninggian tanggul Sungai Cisanggarung serta pemasangan karung pasir sebagai penahan sementara. Dua unit ekskavator juga disiagakan untuk antisipasi dampak lanjutan.

Koordinasi dengan PLN turut dilakukan guna memastikan gardu induk tetap aman. Hingga saat ini, pasokan listrik di wilayah terdampak dilaporkan masih terkendali.

Selain Desa Barisan, dua desa lain di Kecamatan Losari, yakni Desa Mulyasari dan Losari Kidul, juga terdampak banjir. Namun, genangan di kedua wilayah tersebut berasal dari rembesan tanggul, bukan luapan langsung sungai.

Petugas gabungan hingga kini masih melakukan pendataan dan pemantauan terhadap warga terdampak banjir. (Nawawi)