LPB-MDCT Kecam Penganiayaan Terhadap Relawan Medis
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Aksi Demonstrasi yang terjadi di Jakarta pada Selasa (13/10) kemarin berakhir ricuh, kericuhan tersebut mengakibatkan banyaknya korban luka, baik dari pihak kepolisian dan demonstran.
Namun juga, korban luka tersebut dialami tenaga medis yang berasal dari Relawan Muhammadiyah yang turun untuk membantu tenaga kesehatan menolong korban luka kericuhan.
Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah Disaster Managemen Center (LPB- MDMC) yang mengutus relawan untuk membantu penanganan medis dalam demonstrasi tersebut menyesalkan kejadian yang dialami oleh relawannya yang diduga dilakukan oleh pihak kepolisian tanpa alasan yang jelas.
Pasalnya, relawan tenaga medis yang berada dilokasi aksi, tujuannya adalah untuk membantu apabila ada jatuh korban akibat kericuhan, bukan untuk mengikuti aksi demonstrasi.
Atas kejadian itu, Relawan Muhammadiyah Cirebon mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian kepada rekannya yang menjadi relawan tenaga medis di aksi demonstrasi kemarin.
Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Relawan Muhammadiyah Cirebon Feri Johari saat ditemui di Sekretariat PDM Kabupaten Cirebon, Jalan Tuparev, Rabu (14/10).
Feri menilai, tindakan aparat kepolisian yang melakukan penganiayaan merupakan bentuk kesewenang-wenagan aparat kepolisian. Dikatakannya, Relawan Muhammadiyah berada dilokasi bukan merupakan peserta aksi, melainkan Relawan Medis yang ikut membantu apabila ada korban dalam aksi demonstrasi UU Cipta Kerja.
“Itu jelas tindakan brutal dari aparat, relawan yang ada disitu tujuannya untuk membantu, bukan peserta aksi. Jadi alasannya apa polisi melakukan tindakan penganiayaan,” ujar Feri kepada FC.
Padahal, masih menurut Feri, para Relawan tersebut mengenakan pakaian lengkap sebagai tenaga medis dengan logo Relawan Muhammadiyah. Selain itu juga, para relawan tersebut, berada tidak jauh dari Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang berlokasi di Jalan Menteng Raya Jakarta Pusat.
“Relawan kami dilengkapi dengan atribut yang lengkap, tapi tetap saja aparat kepolisian dengan brutal memukuli relawan yang sedang berada dijalan. Itu jelas kita kecam betul,” kata Feri.
Dijelaskan Feri, relawan diturunkam untuk memenuhi kebutuhan fasilitas kesehatan baik bagi para demonstran, aparat, maupun warga yang terdampak kegiatan demonstran. Selepas magrib, relawan ditugaskan didepan sebuah apartemen yang berdampingan dengan Kantor PP Muhammadiyah untuk memantau situasi. Namun, selang beberapa saat, datang rombongan Resmob Polda Metro Jaya dan kemudian tanpa sebab memukuli para relawan dan juga warga yang berada dihalaman apartemen tersebut.
“Empat orang yang bertugas seragam bertuliskan Relawan Muhammadiyah ditabrak dengan motor oleh polisi, kemudian dipukul dan jatuh. Lalu mereka diseret kedalam mobil sambil dipukul dengan tongkat dan ditendang,” jelas Feri.
Meski demikian, Feri meminta kepada semua pihak agar tidak terprovokasi oleh pihak manapun. Namun dirinya tetap meminta kepada pihak kepolisian, agar bertindak secara profesional serta melindungi relawan kemanusiaan yang bertugas di lapangan. (Muslimin)








Tinggalkan Balasan