Lintas Agama di Babakan Bersatu, Warga Perkuat Toleransi dan Kepedulian Lingkungan
KAB.CIREBON, (FC).- Semangat toleransi dan persaudaraan lintas agama menguat di Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon.
Melalui kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Lintas Agama, warga dari berbagai latar belakang kepercayaan berkumpul untuk mempererat kebersamaan sekaligus mendorong kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kuwu Sumber Kidul, Kecamatan Babakan, Selasa (25/8), mengusung tema “Merajut Harmoni Lintas Iman, Membangun Masyarakat Berdaya dan Aman.”
Kuwu Sumber Kidul, Wargono, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk membangun komunikasi, memperkuat toleransi dan menjaga kerukunan antarumat beragama.
“Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk merajut harmoni dan memperkuat kerukunan lintas iman,” ujar Wargono.
Menurutnya, kegiatan tersebut diinisiasi Saung Ramah Moderasi Beragama Babakan bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Cirebon.
Saung Ramah Babakan sendiri merupakan komunitas penggerak moderasi beragama yang aktif mendorong kolaborasi masyarakat lintas iman.
Selain memperkuat hubungan sosial, kegiatan tersebut juga diarahkan pada pemberdayaan masyarakat melalui edukasi lingkungan. Salah satunya dengan pelatihan daur ulang limbah dan pembuatan komposter.
“Pemberdayaan masyarakat juga kami dorong melalui kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.
Wargono menjelaskan, melalui pelatihan tersebut masyarakat diberikan pemahaman mengenai pengelolaan sampah agar limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai guna.
Ia berharap edukasi tersebut dapat membangun kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan serta menerapkan pola pengelolaan sampah yang lebih baik di tingkat keluarga.
Usai pelatihan, kegiatan dilanjutkan dengan perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Berbagai perlombaan digelar secara terbuka dan gratis bagi masyarakat dengan tambahan hadiah menarik.
“Kebersamaan melalui kegiatan sederhana seperti perlombaan dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan,” ungkapnya.
Wargono menilai keberagaman masyarakat bukan menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan. Justru, perbedaan latar belakang agama dan keyakinan dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.
Ia berharap kegiatan lintas agama tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi dapat terus berkembang melalui berbagai kegiatan kolaboratif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kerukunan harus diwujudkan dalam tindakan dan kegiatan bersama, bukan hanya melalui komunikasi,” tegasnya.
Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, sangat penting dalam menjaga persatuan.
Ruang perjumpaan lintas agama menjadi sarana untuk saling mengenal, memahami dan membangun rasa hormat di tengah keberagaman.
Melalui kegiatan tersebut, Saung Ramah Moderasi Beragama Babakan bersama FKUB Kabupaten Cirebon berharap nilai-nilai moderasi beragama, toleransi dan kepedulian sosial semakin kuat di masyarakat.
“Keberagaman adalah kekuatan untuk menjaga persatuan, mempererat persaudaraan dan menciptakan kehidupan yang damai,” pungkas Wargono. (Nawawi)








Tinggalkan Balasan