KAB.CIREBON, (FC).- Kelompok Usaha Bersama (KUB) Banyu Urip, Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, menerima bantuan lima unit mesin perahu dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui aspirasi anggota Komisi IV DPR RI Rokhmin Dahuri, Sabtu (5/9).

Bantuan tersebut disambut positif para nelayan karena dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menunjang produktivitas saat melaut.

Ketua KUB Banyu Urip, Sutarno mengatakan, bantuan mesin perahu sangat membantu anggota kelompok dalam menjalankan aktivitas penangkapan ikan.

“Alhamdulillah, bantuan lima unit mesin ini sangat bermanfaat bagi anggota kami. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” ujar Sutarno.

KUB Banyu Urip saat ini memiliki 10 anggota, sementara bantuan yang diterima sebanyak lima unit mesin. Agar manfaat bantuan dapat terus berkembang, kelompok menerapkan sistem iuran bersama.

Setiap penerima mesin diwajibkan menyisihkan Rp10 ribu per hari dan membayar kas kelompok Rp20 ribu per bulan.

Dana tersebut nantinya akan dikelola sebagai modal kelompok, termasuk untuk membantu anggota lain yang belum mendapatkan bantuan.

“Dana itu nantinya bisa digunakan untuk membantu anggota yang membutuhkan, termasuk yang belum kebagian mesin,” katanya.

Sutarno menilai mesin bantuan tersebut memiliki kualitas lebih baik dibandingkan mesin yang selama ini digunakan nelayan. Selain lebih kuat, mesin tersebut juga dinilai lebih hemat bahan bakar.

Sementara itu, Kuwu Ambulu, Sunaji mengapresiasi bantuan tersebut. Ia berharap fasilitas yang diberikan mampu meningkatkan hasil tangkapan dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan.

“Mudah-mudahan dengan bantuan ini, penghasilan dan kesejahteraan nelayan semakin meningkat,” ujarnya.

Sunaji menyebut, jumlah kelompok nelayan di Desa Ambulu terus bertambah. Dari sebelumnya hanya sekitar dua kelompok, kini telah berkembang menjadi sekitar 11 kelompok.

Menurutnya, pembentukan kelompok menjadi salah satu syarat penting agar nelayan lebih mudah mendapatkan akses bantuan dari pemerintah.

“Kalau ingin mendapatkan bantuan, nelayan sebaiknya membentuk kelompok terlebih dahulu agar proses pengajuannya lebih mudah,” jelasnya.

Berdasarkan data pemerintah desa, jumlah nelayan di Ambulu mencapai sekitar 390 orang.

Kondisi tersebut menunjukkan besarnya potensi sektor perikanan tangkap yang perlu terus diperkuat melalui dukungan sarana produksi dan penguatan kelembagaan kelompok.

Anggota Komisi IV DPR RI Rokhmin Dahuri mengatakan, bantuan mesin perahu harus dikelola secara produktif agar manfaatnya tidak berhenti pada penerima awal.

Menurutnya, kelompok nelayan perlu membangun sistem pengelolaan bersama agar bantuan dapat berkembang menjadi aset kelompok.

Ia mencontohkan kelompok nelayan di Kepetoran yang menyisihkan sebagian hasil tangkapan untuk mengembangkan aset kelompok.

“Bantuan harus menjadi pemicu agar kelompok mampu berkembang dan memiliki aset secara mandiri,” kata Rokhmin.

Menurutnya, berbagai bantuan pemerintah seperti mesin kapal, alat tangkap, program bioflok, ayam petelur, hingga Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) harus mampu menjadi modal awal peningkatan ekonomi masyarakat.

“Yang terpenting, bantuan harus dikelola secara kolektif agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Nawawi)