KOTA CIREBON, (FC).- Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memprediksi adanya kenaikan permintaan bahan bakar minyak (BBM) sebesar 3 persen selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Prediksi tersebut disampaikan Pertamina Patra Niaga Sales Area Manager Retail Cirebon, Rifki Karfa Nasution, saat konferensi pers persiapan Satgas Nataru, Kamis (18/12).

Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi energi, Pertamina Patra Niaga Regional JBB telah menyiagakan Satgas Nataru sejak 15 November 2025, dan akan berlangsung hingga 5 Januari 2026.

Pelaksanaan satgas ini dilakukan lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya dimulai pada H-7 hingga H+7.

Rifki menjelaskan, puncak arus mudik diproyeksikan terjadi pada 23 dan 24 Desember, sementara arus balik diperkirakan berlangsung pada 28 Desember.

Menghadapi kondisi tersebut, Pertamina melakukan penguatan stok BBM dengan membangun cadangan di sejumlah SPBU, khususnya di wilayah rawan kepadatan.

“Kami melakukan build up stock di beberapa penyalur SPBU untuk mengantisipasi lonjakan permintaan,” ujar Rifki.

Ia menegaskan, kenaikan permintaan terutama terjadi pada produk gasoline seperti Pertalite dan Pertamax yang diproyeksikan meningkat sekitar 3 persen dibandingkan kondisi normal.

“3 persen ini untuk pertalite, pertamax itu menjadi kurang lebih 1.913 kilo liter per day. Kalau gasollinenya yang Solar dan Pertamax Dex itu sekitar 1.061 KL per day,” jelasnya

Sementara itu, penyaluran LPG selama periode Satgas Nataru justru diperkirakan mengalami penurunan sebesar 0,4 persen.

Penurunan tersebut didasarkan pada tren konsumsi pada tahun-tahun sebelumnya serta evaluasi penyaluran beberapa bulan sebelum pelaksanaan satgas.

Dikatakan Rifki, selama ada program Makan Bergizi Gratis (MBG) penggunaan gas elpiji Non PSO.

Nah, selama masa Satgas ini yang berbarengan dengan libur sekolah, penggunaan LPG MBG menurun signifikan.

“Karena sekolahnya libur, kami melihat akan ada penurunan. Kalau untuk yang PSO (LPG 3 Kg) itu ada kuotanya sehingga relatif akan konsisten,” ujar Rifki

Untuk memastikan kelancaran distribusi dan layanan kepada masyarakat selama periode Satgas Nataru, Pertamina menyiagakan layanan pendukung selama 24 jam di jalur tol, jalur wisata, serta jalur lintas utama.

Selain itu, disiapkan 153 agen LPG yang terdiri dari 142 agen PSO dan 9 agen non-PSO.

Pertamina juga menyiagakan motoris BBM guna mengantisipasi kemacetan di jalur padat, serta membentuk tim tanggap darurat bencana di masing-masing regional sebagai langkah mitigasi risiko.

Lebih lanjut, Pertamina menyiapkan enam titik SPBU Motoris, sepuluh SPBU Kantong, dan dua SPBU Modular.

SPBU Modular bersifat portabel dan dapat ditempatkan sesuai kebutuhan selama masa Satgas Nataru, kemudian ditarik kembali setelah periode berakhir.

SPBU Kantong akan difokuskan di wilayah rawan kemacetan seperti Kabupaten Cirebon, Majalengka, Indramayu, dan Kuningan. Rifki menegaskan, kualitas dan kuantitas BBM yang disalurkan tetap terjaga dan telah memenuhi standar spesifikasi Direktorat Jenderal Migas. (Andriyana)