KOTA CIREBON, (FC).- Vaksin Covid-19 yang sudah tersedia dan sudah mulai didistribusikan di Indonesia saat ini adalah vaksin CoronaVac dari Sinovac.

Badan POM juga sudah mengeluarkan izin bagi vaksin Sinovac untuk digunakan pada lansia.

Izin ini dikeluarkan oleh BPOM karena Vaksin Sinovac sudah menyelesaikan uji klinis yang melibatkan sekitar 400 orang lansia sehat (usia di atas 60 tahun). Vaksin diberikan sebanyak 2 kali dengan jarak 28 hari.

Demikian disampaikaan Kadinkes Kota Cirebon Edy Sugiarto kepada FC, Kamis (15/4). Dikatakaannya, lansia sehat yang dimaksud adalah lansia yang belum pernah terinfeksi Virus Corona.

Tidak dalam keadaan demam atau flu, tidak memiliki alergi vaksin, dan tidak ada kontak dengan orang yang terinfeksi Virus Corona.

“Berdasarkan uji klinis yang telah dilakukan, vaksin Sinovac sudah terbukti aman dan efektif pada lansia. Efikasi vaksin Sinovac untuk lansia pada uji klinis ini bahkan mencapai 98 persen,” ungkapnya.

Dari uji klinis ini juga ditemukan bahwa efek samping yang dirasakan umumnya bersifat ringan dan sedang.

Efek samping paling banyak adalah nyeri di tempat suntikan. Efek samping lainnya yang juga bisa muncul adalah demam, rasa lelah, batuk ringan, mual, dan diare. Namun, efek samping tersebut hilang dalam 2 hari.

Kendati terdapat laporan mengenai efek samping vaksin COVID-19 yang berdampak serius atau fatal pada lansia, jumlahnya terbilang sangat sedikit dan tidak bisa serta-merta dikaitkan dengan vaksinasi COVID-19.

Semua lansia yang dilaporkan mengalami efek samping serius juga sudah berusia di atas 70 tahun dan memiliki penyakit penyerta.

Kota Cirebon sendiri tengah melakukan vaksinasi kepada lansia. Di Kecamatan Kesambi, sedang mempersiapkannya dan akan dilaksanakan pada Senin-Selasa (19-20/4).

Pada pencanangan tersebut, masing-masing lima kelurahan yang ada di Kecamatan Kesambi akan membawa 30 lansia, sehingga total akan terdapat 150 lansia pada saat pencanangan.

“Pencanangan vaksinasi bagi lansia ini akan dipusatkan di Aula Kecamatan Kesambi. Untuk pendataan lansia sendiri, kami share datanya ke tiap RW,” ujar Camat Kesambi Buntoro Tirto.

Dalam pencanangan tersebut, tiap-tiap kelurahan sudah ditentukan jadwalnya dan masing-masing kelurahan ada jeda waktu selama 20 menit. Hal ini dilakukan agar tidak ada penumpukan sehingga tercipta kerumunan.

“Saya imbau agar masing-masing lansia yang akan divaksin pada pencanangan tersebut untuk datang tepat waktu, vaksinasi ini dimulai pukul 08.30 WIB,” ujarnya.

Menurutnya, jika ada lansia yang belum terdata, dipersilakan untuk menghubungi pihak RW setempat atau menghubungi petugas yang telah ditunjuk oleh Puskesmas.

Para lansia di Kecamatan Kesambi ini diberikan vaksin pertama pada Ramadan, karena sesuai jadwal yang ditentukan, vaksin tahap berikutnya akan jatuh usai lebaran.

“Kita tidak melaksanakan vaksin sebelum Lebaran karena kalau dihitung 28 hari berikutnya, atau masa jeda untuk vaksin tahap kedua bagi lansia, maka jatuhnya pada saat Lebaran. Makanya kita ambil vaksinasi tahap pertama pada Ramadan supaya vaksinasi tahap kedua itu jatuhnya usai Lebaran,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Karyamulya, Tarmat Wijaya menyatakan telah siap untuk pelaksanaan vaksinasi terhadap lansia.

“Tadi kita sudah rapat dengan para kader Posyandu dan pengurus RW terkait vaksinasi terhadap lansia ini, persiapan kita sudah 95 persen,” terangnya.

Menurutnya, pada pencanangan vaksinasi pada 19-20 April mendatang, pihaknya memprioritaskan kader Posyandu dan pengurus RW yang telah berusia 60 tahun ke atas.

“Pengurus RW dan kader Posyandu juga kan ada yang usianya 60 tahun ke atas, nah kita prioritaskan mereka karena tingkat mobilitas mereka cukup tinggi,” katanya.

Rencananya, pada Jumat hari ini, kader di kelurahan akan mengirimkan data lansia yang akan divaksin. “Kemudian pada Sabtu kita kirimkan undangan kepada para lansia tersebut,” sebutnya.

Di Kelurahan Karyamulya sendiri terdapat 1.500 lansia. Data tersebut merupakan data real yang terdapat di kelurahan.

“Yang mengikuti vaksinasi ini dikhususkan bagi mereka yang telah memiliki E-KTP wilayah Kelurahan Karyamulya,” ujarnya.

Sementara itu, usai pencanangan, di Kelurahan Karyamulya telah direncanakan enam titik lokasi vaksinasi untuk jadwal berikutnya.

Keenam titik ini di antaranya adalah di SMK Telkom bagi lansia yang tinggal di RW 01, 02 dan RW 13, kemudian titik berikutnya di STIKES Mahardika untuk lansia yang tinggal di RW 03, 04, 05 dan RW 11, serta di Baperkam RW 17 bagi lansia yang tinggal di RW 12, 16 dan RW 17.

“Sementara untuk tiga titik lainnya masih dalam perencanaan,” tutupnya. (Agus)