KOTA CIREBON, (FC).- Insiden dugaan keracunan massal menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon yang mengakibatkan korban hampir 400 orang tidak bisa dipandang sebelah mata. Permintaan maaf dan tanggungjawab biaya pengobatan saja dirasa tak cukup.

Pemerhati Pendidikan di Kota Cirebon, Hera Damayanti membuka wacana untuk menuntut penanggungjawab, dalam hal ini Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga 5, Kecamatan Harjamukti.

“Mari sama-sama mendorong kemungkinan langkah hukum perdata maupun pidana terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab,” ungkap Hera, Jumat (23/10).

Ia bahkan membuka posko pengaduan dan bantuan hukum secara gratis bagi korban dugaan keracunan MBG di Kota Cirebon. Jika ada korban yang ingin menuntut hak-haknya terhadap penanggungjawab MBG tersebut, Hera akan memberikan layanan pendampingan.

“Kalau ada anak yang keracunan akibat makan MBG, jangan diam. Ayo orang tua murid yang jadi korban, kita bersatu. Tim pengacara saya siap secara gratis,” katanya.

Ia juga mendesak Pemkot Cirebon maupun Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendalami persoalan itu. Hera menilai, pihak yang paling bertanggungjawab atas dugaan keracunan menu MBG yang terjadi di wilayah Harjamukti ialah kepala SPPG tersebut.

“Jangan menyalahkan mitra atau pemilik yayasan yang tidak tahu apa-apa. Ujung tombaknya itu kepala SPPG, sebagai pihak yang menentukan siapa supplier-nya,” kata Hera.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa yang jadi korban, Yanuar, mengungkapkan anaknya harus menjalani perawatan di RSIA Cahaya Bunda Cirebon setelah mengalami muntah-muntah, sakit perut, dan demam.

Terkait pembiayaannya, Yanuar mengaku belum ada dari pihak BGN yang mengonfirmasi kepadanya. Sementara di sisi lain, manajemen rumah sakit tersebut menjelaskan bahwa penanganan medis dalam kasus tersebut tidak bisa di-cover BPJS Kesehatan.

Akhirnya, Yanuar mengaku menggunakan asuransi swasta untuk membiayai perawatan tersebut.

“Ketidakjelasan informasi pembiayaan juga membuat sebagian orang tua khawatir membawa anak mereka ke rumah sakit,” katanya. (Agus)