Lakukan Rapid Swab Antigen, Banyak Anggota DPRD Tak Hadir
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KUNINGAN, (FC).- Puluhan anggota DPRD Kuningan dan Sekrtariat DPRD Kuningan mengikuti tes Rapid Swab Antigen, Rabu (20/1).
Satu persatu para penghuni gedung para wakil rakyat tersebut mengantri untuk mendapatkan tes dari petugas Labkesda Kuningan untuk diambil sample dan diperiksa hasilnya.
Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy didampingi Sekretaris DPRD Kuningan H.M. Nurdjianto menyampaikan, pemeriksaan tes Rapid Swab Antigen dilakukan untuk pimpinan dan anggota serta sekretariat DPRD Kuningan.
“Kita lakukan ini untuk mengantisipasi terjadinya peyebaran yang lebih luas, kita ingin memastikan tiap anggota dan sekretariat semuanya sehat. Alhamdulilah 51 orang yang mengikuti semua negatif,” jelas Zul.
Ditanya kenapa sedikit yang mengikuti tes tersebut, Zul mengaku untuk sekretariat sendiri total sudah 90 persen.
Namun karena ada sebagian yang Work From Home (WFH), maka yang hadir kemarin diwajibkan mengikuti tes. Sedangkan anggota DPRD sendiri hanya 60 persen, karena tidak semuanya bisa hadir.
“Karena ini waktunya terbatas, jadi untuk anggota DPRD Kuningan yang tidak hadir disini bisa untuk melakukan tes secara mandiri, baik di Labkesda dan lainnya,” kata Zul
Zul menyampaikan tes tersebut dilakukan karena sebelumnya ada tiga anggota DPRD Kuningan yang terpapar Covid -19, dan dua orang dari Sekretariat DPRD Kuningan.
Salah satu anggota DPRD yang sebelumnya positif sudah negatif, dan kemarin maka diwajibkan ikut lagi.
“Tadi yang pernah positif, dan sudah negatif, sekarang ikut lagi juga negatif,” ujar Zul.
Sementara, anggota DPRD lainnya yang masih positif sedang proses isolasi mandiri, yang satu di Jakarta dan yang satu lagi di Kunijngan.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Kuningan H.M. Nurdjianto menambahkan, pasca pemeriksaan Tes Rapid Swab Antigen ini gedung DPRD Kuningan akan ditutup sampai hari Jumat esok. Dan mulai beraktifitas kembali senin pekan depan.
“Kita tutup sampai jumat, kalau Sabtu-Minggu kan libur. Kemudian senin kita masuk lagi tapi masih berlaku WFH 50%,” kata Sekwan. (Ali)








Tinggalkan Balasan