Pada hari Senin (20/4) jam 15.30 WIB pasien masuk RSUD Indramayu dengan keadaan gelisah dan sesak nafas, dan di diagnosa oleh dokter penanggungjawab pelayanan (DPJP) mengalami sindrome geriatrik, KAD, dan pneumonia bacterial susp Covid-19.

Kemudian pasien dilakukan pengambilan swab pada hari Selasa (21/4), dan pada hari Kamis (23/4) pasien meninggal dunia pukul 16.45 WIB dan kemudian dilakukan pemakaman sesuai protokol Covid-19.

“Dari hasil tracing maupun tracking yang kita dapatkan bahwa pasien kontak dengan anak dan menantunya yang pulang dari Jakarta. Sudah dilakukan rapid test terhadap orang yang kontak erat sebanyak 9 orang dengan hasil negatif,” kata Deden.

Sementara itu berdasarkan hasil pemeriksaan swab PCR terhadap para perawat dan tenaga kesehatan lainnya yang tergabung dalam Tim Isolasi I RSUD Indramayu sebanyak 18 orang hasilnya adalah negatif.

Sebelumnya para perawat ini sempat menangani pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari Kecamatan Sukra dan Kecamatan Indramayu.

“Para perawat ini telah dikarantina di Ruang Kijang Kencana RSUD Indramayu, dan telah keluar hasil swabnya mereka dinyatakan negatif,” kata Deden. (Agus)