KAB.CIREBON, (FC).- Kuwu Desa Babakan Gebang, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, Yeni Setiati, mengaku terkejut mengetahui adanya kejadian di rumah dokter Edi yang menimpa istrinya, Hj. Karningsih atau yang akrab disapa Bu Nining.

Yeni mengatakan, informasi mengenai kejadian tersebut diterimanya menjelang magrib, Kamis (24/9), sekitar pukul 18.00 WIB. Kabar awal datang dari masyarakat dan perangkat desa yang melihat adanya aktivitas kepolisian di rumah korban.

“Awalnya saya mendapat informasi dari masyarakat dan perangkat desa bahwa di rumah Pak Dokter Edi ada kejadian yang tidak wajar,” ujar Yeni.

Setelah menerima laporan tersebut, perangkat Desa Babakan Gebang langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi. Saat itu, petugas Polsek Babakan telah melakukan pemeriksaan awal dan berkoordinasi dengan Polresta Cirebon untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Yeni mengaku tidak masuk ke dalam rumah karena lokasi sudah dipasang garis polisi. Menurutnya, langkah tersebut perlu dihormati agar proses penyelidikan berjalan dan kondisi tempat kejadian perkara tetap terjaga.

“Saya hanya melihat dari luar karena sudah dipasang garis polisi. Kami menghormati proses pemeriksaan agar barang bukti maupun sidik jari tidak terganggu,” katanya.

Terkait penyebab maupun motif kejadian, Yeni menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Ia menegaskan belum mengetahui secara pasti kronologi maupun latar belakang peristiwa tersebut.

“Motif dan kejadiannya masih dalam penyelidikan. Kami belum bisa menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi,” jelasnya.

Yeni mengungkapkan, selama ini Bu Nining dan dokter Edi dikenal sebagai pasangan yang harmonis di lingkungan masyarakat. Keduanya sering terlihat bersama dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Menurut Yeni, pasangan tersebut kerap bersepeda keliling desa maupun mencari makanan bersama. Kedekatan hubungan keduanya juga terlihat karena keluarga korban tinggal tidak jauh dari lingkungan tempat tinggalnya.

“Setahu saya mereka berdua baik-baik saja, harmonis dan romantis. Kami sering melihat mereka berdua bersepeda atau mencari makan bersama,” ungkapnya.

Ia menyebut rumah korban selama ini memang cenderung sepi dan tertutup. Aktivitas dokter Edi lebih sering terlihat ketika berangkat ke masjid maupun menjalankan praktik.

“Rumahnya memang cenderung sepi dan tertutup. Selama ini saya tidak melihat ada aktivitas yang mencurigakan,” katanya.

Pada hari kejadian, kata Yeni, dokter Edi tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Sementara Bu Nining berada di rumah karena kondisi kesehatannya sedang kurang baik.

“Bu Nining sedang kurang enak badan, sehingga tidak ikut ke klinik. Pak Dokter kemudian berangkat sendiri,” ujarnya.

Yeni juga menyampaikan, berdasarkan informasi sementara yang diterimanya, tidak ditemukan adanya kerusakan pada bagian rumah maupun kehilangan barang. Namun, seluruh informasi tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari kepolisian.

“Setahu saya tidak ada kerusakan maupun barang yang hilang. Tetapi semuanya masih dalam proses penyelidikan,” tegasnya.

Atas kejadian tersebut, Yeni mengaku prihatin dan berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap fakta sebenarnya berdasarkan hasil penyelidikan serta bukti yang ditemukan di lokasi.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuat kesimpulan sendiri maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Saya mohon masyarakat jangan berspekulasi sebelum ada hasil penyelidikan. Kita tunggu keterangan resmi dari kepolisian,” pungkasnya. (Nawawi)