Kuwu Dorong Pelestarian Bahasa Bubasan
KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa Jungjang Wetan mendorong pelestarian bahasa Bubasan atau bahasa Jawa Krama Cirebon melalui pendidikan berbasis keagamaan.
Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga identitas budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi.
Hal itu disampaikan Kuwu Desa Jungjang Wetan, Jahuri, saat menghadiri kegiatan Ahirussanah, Khotmil Juz ‘Ammah, dan kelulusan santri TKQ, TPQ, serta MDTU At-Tarbiyah tahun ajaran 2025/2026 di Blok 1 Karang Dawa, Desa Jungjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.
Kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan tersebut berlangsung meriah dan dihadiri para santri, wali murid, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah desa.
Acara digelar sebagai bentuk syukur atas kelulusan santri dan keberhasilan mereka menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an, termasuk Khotmil Juz ‘Ammah.
Dalam sambutannya, Jahuri mengapresiasi peran TKQ, TPQ, dan MDTU At-Tarbiyah yang dinilai konsisten membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan agama dan pembinaan akhlak.
“Lembaga pendidikan berbasis keagamaan memiliki peran penting dalam membekali anak-anak dengan ilmu agama, mulai dari membaca Al-Qur’an, tata cara salat, doa-doa harian, hingga pembiasaan berkomunikasi menggunakan bahasa Bubasan,” ujarnya.
Menurutnya, pembelajaran bahasa Bubasan perlu terus diperkuat agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Ia menilai bahasa tersebut merupakan bagian penting dari warisan budaya masyarakat Cirebon yang harus dijaga keberlangsungannya oleh generasi muda.
“Saya berharap para guru dan ustaz terus membiasakan penggunaan bahasa Bubasan kepada para santri. Jangan sampai bahasa ini punah karena merupakan identitas budaya masyarakat Cirebon,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan At-Tarbiyah, Mujahid, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada lembaga yang dipimpinnya.
Ia mengatakan, kegiatan Ahirussanah dan Khotmil Juz ‘Ammah merupakan agenda tahunan yang tidak hanya menjadi ajang pelepasan santri, tetapi juga momentum untuk mensyukuri capaian pembelajaran yang telah diraih selama satu tahun pendidikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Jungjang Wetan yang telah memberikan kepercayaan kepada TKQ, TPQ, dan MDTU At-Tarbiyah untuk mendidik anak-anak mereka,” ungkapnya.
Mujahid berharap ilmu agama yang telah diperoleh para santri dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Melalui kegiatan tersebut, At-Tarbiyah menegaskan komitmennya untuk terus mencetak generasi yang berakhlak mulia, memahami nilai-nilai keislaman, sekaligus memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal. (Johan)








Tinggalkan Balasan