Kuwu dan Perangkat Desa Patungan Perbaiki Jalan Rusak
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Ruas Jalan Panggangsari, Ambulu, Kecamatan Losari, yang merupakan kewenangan Dinas PUTR Kabupaten Cirebon kondisinya rusak dan bertahun-tahun tanpa perbaikan. Jalan rusak tersebut sudah banyak dikeluhkan.
Karena banyak keluhan dari masyarakat, perangkat desa dan kuwu desa setempat melakukan swadaya nmemperbaiki ruas jalan rusak tersebut.
Kuwu Desa Ambulu, Kabupaten Cirebon, Sunaji kepada FC mengatakan, sejak dirinya menjabat di tahun 2017 hingga saat ini, desanya belum tersentuh pembangunan fisik yang berasal dari dana Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK). Makanya, banyak jalan rusak.
“Sama sekali, sejak saya menjabat sampai saya mau habis masa jabatan, tidak ada pembangunan fisik dari PIK,” ungkapnya, Rabu (15/2).
Termasuk ruas Jalan Panggangsari Ambulu yang ada di desanya, sama sekali tidak tersentuh perbaikan, meskipun kondisinya sudah rusak cukup parah.
“Termasuk jalan. Sama sekali, setelah saya jadi kuwu sampai mau habis jabatan, tidak ada perbaikan,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan masyarakat yang mengeluh kondisi jalan rusak. “Karena belum ada perbaikan, kami dan perangkat desa, patungan uang, untuk memperbaiki jalan yang rusak parah tersebut,” tuturnya.
Swadaya para perangkat desa untuk memperbaiki jalan ini sudah kedua kalinya. “Yang pertama tahun 2021, kita patungan uang dari perangkat desa untuk perbaikan jalan. Dan ini yang kedua kalinya kita patungan, kembali untuk perbaiki jalan,” ungkapnya.
Swadaya dari perangkat desa dan kuwu ini, murni dari gaji mereka alias siltap. “Karena mereka perangkat desa, sudah nggak punya bengkok. Karena bengkok dan titisara di sini sudah nggak berfungsi karena sering terkena banjir rob,” ungkapnya.
Sunaji mengatakan, pembangunan yang ada di Desa Ambulu saat ini berasal dari kementerian. “Kita ada dari Kotaku dan Kementerian PUPR. Termasuk untuk membuat taman terbuka dan galeri Ambulu Maju, yang berfungsi untuk mal-nya UMKM,” terangnya.
Rusaknya ruas jalan tersebut mematikan wisata dan perekonomian yang dibangun dan dibiayai, baik oleh kementerian atau Pemdes Ambulu.
“Kita ada wisata Mangrove Ambulu dari anggaran Pemdes Ambulu. Lalu ada Galeri Ambulu Maju untuk mal UMKM dan taman terbuka, yang berasal dari Kementerian PUPR. Semuanya itu akan sia-sia sebagai kegiatan perekonomian, karena jalan menuju tempat tersebut rusak parah. Sehingga sedikit orang yang berkunjung akibat kerusakan jalan,” ungkapnya. (Nawawi)








Tinggalkan Balasan