KUNINGAN,(FC).- Dengan adanya penyatuan Kementerian Pariwisata dengan Ekonomi kreatif tentunya diharapkan akan memudahkan pencapaian target bagi dua sektor tersebut. Dengan penggabungan ini, sektor pariwisata dan sektor ekonomi kreatif akan saling mendukung dan saling menguatkan.
Untuk di Kuningan, saat ini pengembangan ekonomi Kreatif menjadi salah satu sektor yang masuk di bawah Bidang Pemasaran Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Kuningan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Pengembangan Ekonomi Kreatif Disporapar Kabupaten Kuningan, Sri Mulyati.

Sri melihat, sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Kuningan memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Hal ini sejalan dengan Visi Kuningan Maju berbasis Desa yang akan mendukung desa-desa Pinunjul yang ada di Kabupaten Kuningan dengan potensi-potensi yang ada termasuk sektor ekonomi kreatifnya.

Untuk menginventarisir pelaku ekonomi kreatif yang ada di Kuningan, Disporapar akan membuat wadah ekonomi kreatif yang dinamakan Kuningan Creativ Hub. “

“Kuningan Creative Hub akan segera terwujud. Salah satu sektor riil yang sangat layak menjadi prioritas adalah ekonomi kreatif, ekonomi kreatif kelak menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia khususnya di Kabupaten Kuningan,” jelas Sri Mulyati.

Untuk mewujudkan upaya tersebut, Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga (DISPORAPAR) Kabupaten Kuningan membutuhkan dukungan dari para pelaku ekonomi kreatif, mulai dari komunitas, ekstrakulikuer SMP/SMA/SMK, UKM, universitas, perorangan.

“Tujuan dibentuknya wadah Kuningan Creative Hub adalah untuk menginventarisasi pelaku dan komunitas ekraf yang ada di Kabupaten Kuningan. Selanjutnya kita akan mengedukasinya dan wadah ini bisa bermanfaat untuk para pelaku Ekraf,” lanjut Sri

Menurut Sri, Kuningan Creative Hub merupakan optimisme pemerintah bahwa ekonomi kreatif berbasis digital pasti akan menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Kami sedang menginventarisasi data ekonomi kreatif yang berada di Kabupaten Kuningan demi mewujudkan upaya baik ini.
“Anda pelaku ekonomi kreatif ? Ayooo bergabung dengan kami. Klik aja Link http://bit.ly/EkrafKuningan,” pungkas Sri.

Terpisah, Kabid Pemasaran Disporapar Kuningan Teti Sukmawati berharap dengan terbentuknya wadah Kuningan Creative Hub bagi para pelaku Ekraf di Kabupaten Kuningan nantinya akan terbentuk Komunitas-komunitas dari 16 sub sektor Ekraf yaitu : Aplikasi dan game developer, Arsitektur, Desain produk, Fashion, Desain interior, Desain komunikasi visual, Seni pertunjukan, Film-Animasi dan Video, Fotografi, Kriya, Kuliner, Musik, Periklanan, Penerbitan, Seni rupa, Televisi dan Radio.

“Setelah Komunitas-Komunitas itu terbentuk, kita akan melakukan edukasi dan membantu untuk pengembangannya sehingga para pelaku Ekraf di Kuningan dapat berkembang dan maju,” ujar Teti.
Setelah berkembang dan maju, menurut teti, pihaknya juga akan membantu pemasaran dari produk-produk dari Komunitas-Komunitas Ekraf tersebut.

“Jadi nantinya Ekraf di Kuningan berkembang berbanding lurus dengan peningkatan angka kunjungan wisatawan yang hasil akhirnya adalah peningkatan PAD buat Kuningan,” pungkas Teti.(bambang)