KOTA CIREBON, (FC).- Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Cirebon sudah berlangsung selama sepekan. Namun masih banyak pelaku usaha diluar pengecualian tetap membuka usahanya. Perlu pendekatan lain yang lebih ampuh guna menggugah kesadaran masyarakat.

Nah, Pemkot Cirebon dalam hal ini Dinas Komunikasi Informasi dan Informatika (DKIS) mempunyai cara kreatif dengan mengerahkan tiga sosok pewayangan yang dikenal sebagai punakawan. Mereka adalah Semar, Petruk dan Gareng, lengkap dengan make-up dan aksesorisnya.

Kepala DKIS Ma’ruf Nuryasa AP mengatakan, upaya ini dilakukan karena hasil evaluasi PSBB ternyata masih banyak masyarakat yang belum sadar pentingnya PSBB dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kita menggugah kesadaran masyarakat, khususnya pelaku usaha yang masih membuka tokonya. Dan terbukti tiga punakawan ini bisa memberikan edukasi secara persuasif, toko yang buka disejumlah jalan bisa ditutup,” ungkapnya kepada FC, Selasa (12/5).

Pihaknya sengaja menghadirkan punakawan, karena dengan caranya yang jenaka mengimbau pelaku usaha tidak berkeberatan menutup sementara tokonya. Seperti di Jalan Kanggraksan yang mayoritas usaha percetakan dan Jalan Tentara Pelajar yang merupakan pusat penjualan ponsel.

Selain imbauan lisan, punakawan ini dibekali dengan buku panduan dan masker. Yang dibagikan secara gratis, sehingga mereka bisa menerapkan PSBB ini sampai batas waktu 19 Mei mendatang.

“Punakawan ini juga didampingi oleh petugas Satpol PP. Kita sampai aturan PSBB ini secara humanis dan mereka bisa menerimanya,” ujar mantan Camat Lemahwungkuk ini.

Dikatakannya, punakawan berasal dari kata Puna yang artinya susah dan Kawan yang artinya teman.

“Berarti teman di kala susah. Filosofinya kita bersama-sama, bergandengan tangan di saat serba susah seperti sekarang ini,” jelasnya.

Kemudian, lanjutnya, Semar yang memiliki watak rendah hati, tidak sombong dan melambangkan kebajikan, Petruk yang memiliki kecerdasan, keramahan dan sabar serta Gareng yang melambangkan kesabaran dan tidak mudah menyerah dalam hidup ini.

“Semoga cara kreatif ini bisa berjalan dengan baik. Dan angka pertambahan kasus positif Covid-19 bisa nol atau diminimalisir,” tandasnya. (Gus)