KRC Seroja Satukan Warga Lewat Senam dan Semangat Kemerdekaan
KUNINGAN, (FC).- Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara, tetapi juga lewat kebersamaan warga. Hal itu terlihat dalam kegiatan senam massal dan berbagai perlombaan yang digelar Komunitas Kesayangan Risti Cibohay (KRC) Seroja di Lingkungan Seroja, Dusun Pon, RT 09/RW 03, Desa Bandorasawetan, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Minggu (23/8).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Hari Jadi Kuningan ke-528, sekaligus Milad ke-6 KRC Seroja.
Lebih dari sekadar olahraga bersama, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan anggota komunitas, warga, hingga mahasiswa KKN UNISA Kelompok 1 Desa Bandorasawetan.
Suasana semakin semarak dengan berbagai perlombaan khas kemerdekaan, seperti estafet kardus, pancing emosi, sumpit kacang, hingga lomba memakai baju balon. Gelak tawa peserta mewarnai setiap perlombaan yang diikuti dengan penuh antusias.
Instruktur sekaligus penggagas KRC, Bunda Risti Cibohay mengatakan, KRC bukan hanya komunitas senam, tetapi wadah yang dibangun untuk mempererat hubungan antaranggota melalui kegiatan positif.
“KRC itu sebenarnya komunitas. Saya sebagai instruktur mengatasnamakan Komunitas Kesayangan Risti Cibohay. Komunitas ini ada di beberapa desa, terutama di Kampung Seroja,” ujar Risti.
Menurutnya, kegiatan akbar tersebut menjadi momentum memperingati enam tahun perjalanan KRC sekaligus menyatukan semangat komunitas dengan perayaan kemerdekaan dan Hari Jadi Kuningan.
“Komunitas senam ini selalu berkegiatan setiap minggu. Hari ini kita mengadakan kegiatan akbar memperingati Milad yang ke-6, HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Kuningan ke-528,” katanya.
Risti menyebutkan, saat ini KRC telah berkembang di sejumlah wilayah Kabupaten Kuningan, di antaranya Kecamatan Japara, Cigugur, Jalaksana, dan Kuningan.
Ia berharap keberadaan KRC dapat terus berkembang dan menjadi wadah masyarakat untuk menjaga kesehatan sekaligus memperkuat persaudaraan.
“Harapannya mudah-mudahan lancar dan sukses, ke depan bisa lebih meriah lagi. Pesan saya kepada anggota agar selalu kompak, menjaga silaturahmi dan terus berolahraga bersama,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan KRC Seroja, Juli Juliandri mengatakan, konsep kegiatan sengaja dibuat dengan menggabungkan senam massal dan perlombaan agar seluruh anggota semakin kompak serta mampu membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Jenis kegiatan saat ini adalah senam massal bersama. Kita menggalang kekompakan antar-KRC Bunda di semua kelompok, terutama di Desa Bandorasawetan,” jelas Juli.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi anggota KRC, tetapi juga melibatkan warga Kampung Seroja. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan sosial antarwarga.
“Kita ingin mempererat tali silaturahmi dengan warga Kampung Seroja. Acara ini untuk umum. Walaupun acaranya Seroja Obik, kita gabung bersama warga Seroja,” katanya.
Kemeriahan kegiatan semakin lengkap dengan pembagian hadiah, doorprize, serta tukar kado antaranggota KRC Seroja.
Mahasiswa KKN UNISA Kelompok 1 Desa Bandorasawetan juga turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Salah seorang mahasiswa, Alfia menilai kegiatan KRC mampu menciptakan suasana kebersamaan dan kekompakan di tengah masyarakat.
“Kegiatannya sangat luar biasa, membangun kekompakan ibu-ibu di lingkungan Seroja. Semoga kegiatan seperti ini selalu ada,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, KRC Seroja membuktikan bahwa olahraga dapat menjadi sarana mempererat persatuan.
Senam dan perlombaan bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi momentum membangun gotong royong serta memperkuat hubungan antarwarga. (Angga)








Tinggalkan Balasan